Markas Honda dan Mazda Disidak Otoritas Jepang

TOKYO, AVOLTA – Skandal manipulasi uji keselamatan kendaraan di Jepang belum usai. Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata (MLIT) Jepang belum lama ini melakukan sidak ke kantor pusat Mazda Motor Corp dan Honda Motor Co, di Tokyo.
Langkah ini dilakukan setelah sebelumnya Otoritas Jepang mengumumkan selain Toyota dan Daihatsu, ada produsen otomotif lain yang melakukan manupulasi data, termasuk Mazda dan Honda.
Melansir Kyodo News, Kamis (13/6/2024) penyelidikan ini bertujuan untuk memberikan hukuman kepada Mazda dan Honda, apabila terbukti bersalah. Paling sederhana menjatuhkan hukuman administratif agar tidak terulang lagi.
Hukuman lainnya, bisa juga kementerian akan mencabut perintah untuk menangguhkan pengiriman, tapi setelah memastikan bahwa model yang terkena dampak mampu memenuhi standar keselamatan dan kinerja lingkungan.
Opsi lain, otoritas juga akan mewajibkan kepada perusahaan yang tidak mematuhi aturan untuk melakukan kampanye perbaikan massal alias recall.
Perlu diketahui, sebanyak 22 model Honda terlibat dalam skandal ini, terutama model produksi antara tahun 2009 dan 2017. Sementara Mazda terlibat penyimpangan pada uji tabrak dan output mesin untuk lima model, dengan dua model saat ini seperti MX-5 Roadster RF dan Mazda2 yang sementara pengirimannya dihentikan di Jepang.
