BMW Ikut Tunggu Insentif Hybrid dari Pemerintah

Investasi Kelas Kakap BMW untuk Mobil Listrik Mini (Reuters)
JAKARTA, AVOLTA – Sejumlah pabrikan otomotif lagi menunggu regulasi soal insentif untuk mobil bermesin hybrid dari pemerintah. Bukan hanya merek asal Jepang, BMW Indonesia pun ikut nunggu aturan itu, karena diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi industri.
Ariefin Makaminan, Director of Sales BMW Group Indonesia, menjelaskan bahwa secara teknologi BMW Indonesia sudah lama mulai jualan hybrid di pasar domestik dengan model X7. Ketika itu dijual Rp 2,39 miliar, dan peminatnya belum terlalu besar.
“Tapi kembali lagi, sekarang ini ada tidak insentif khusus untuk hybrid, seperti pemerintah memberikan insentif untuk mobil listrik,” kata Ariefin beberapa waktu lalu di Jakarta.
Senada, Jodie O’tania, Director of Communications BMW Group Indonesia, juga mengatakan kalau Perusahaan memiliki strategi yang bisa diaplikasikan ke semua jenis teknologi mulai dari mesin konvensional, hybrid sampai mobil listrik murni berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV.
“Karena dari BMW strategi kami itu bisa diaplikasikan ke semua alternatif mesin jadi global kita punya bensin, PHEV, BEV, memang untuk membawa itu ke Indonesia adalah hal sangat memungkinkan,” tutur Jodie.
Perlu diketahui, sejauh ini informasinya pemerintah lagi mengkaji aturan mengenai pemberian insentif untuk mobil hybrid. Tapi belum jelas kapan aturan tersebut dirilis, karena kabarnya masih banyak pertimbangan yang harus diperhatikan pemerintah.
