Tesla Mulai Serius Garap Pasar Asia Tenggara

A Tesla Inc. Model S electric vehicle charges at a Supercharger station in Rubigen, Switzerland, on Thursday, Aug. 16, 2018. Tesla chief executive officer Elon Musk has captivated the financial world by blurting out via Twitter his vision of transforming Tesla into a private company. Photographer: Stefan Wermuth/Bloomberg via Getty Images

JAKARTA, AVOLTA – Pasar kendaraan listrik di Asia tenggara terus mengalami pertumbuhan signifikan. Beberapa pabrikan, dari berbagai negara bahkan serius menghadirkan beragam roda empat ramah lingkungan untuk meningkatkan penjualan secara keseluruhan.

Kondisi tersebut, kemudian dilirik oleh Tesla, yang bakal mulai serius menggarap pasar ASEAN. Selain itu, jenama asal Amerika Serikat ini, juga tengah berjuang untuk bisa kembali mengalahkan BYD, merek asal Cina yang kini jadi nomor satu di pasar elektrifikasi.

Wakil Presiden Kebijakan Publik dan Pengembangan Bisnis Tesla Rohan Patel mengatakan, Asia Tenggara memiliki potensi besar sebagai tempat pertumbuhan dalam penyimpanan baterai dan adopsi kendaraan listrik.

Hal tersebut disampaikan melalui cuitan di akun sosial media X, yang merespon cuitan dari seorang pengguna Tesla yang menandai pengiriman pertama mobil model Y di Malaysia. Tesla juga diketahui menjual sedan compact Model 3 di Malaysia.

Sebagai informasi, tahun lalu pemerintah Negeri Jiran telah memberikan lampu hijau bagi Tesla untuk menjual produk mobil listriknya di sana. Disebutkan bahwa perusahaan ini akan membangun infrastruktur pengisian baterai.

Tesla juga dikabarkan sedang dalam pembicaraan untuk memperluas operasional bisnisnya di negara ASEAN lainnya. Salah satunya adalah Thailand, yang merupakan produsen dan eksportir mobil terbesar di Asia Tenggara.

Kemudian, melansir Teslarati, Tesla hadir di beberapa negara Asia Tenggara, antara lain Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Elon Musk juga telah berbicara dengan beberapa pemimpin ASEAN, terutama Perdana Menteri Anwar Ibrahim dari Malaysia, Perdana Menteri Srettha Thavisin dari Thailand, dan Presiden Indonesia Joko Widodo.

CATEGORIES
TAGS