Bangun Pabrik EV, VinFast Investasi Rp 18,6 T

VinFast Perdana Kirim 999 Unit Mobil Listrik ke Amerika Serikat (Reuters)
JAKARTA, AVOLTA – VinFast telah menyatakan bakal investasi untuk bangun pabrik kendaraan listrik di Indonesia. Bahkan, terkait tersebut, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan memfaslitasi rencana produsen otomotif asal Vietnam ini.
Total penanaman modal dari VinFast ini bakal direalisasikan sebesar US$ 1,2 miliar atau setara dengan Rp 18,6 triliun.
“Kami sangat mengapresiasi rencana investasi VinFast, karena akan turut mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, mengingat potensi yang besar di Indonesia,” ujar Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian, dalam keterangan resmi, ditulis Senin (15/1/2024).
Dalam kunjungan kerjanya di Vietnam, selain mendampingi agenda Presiden RI Joko Widodo, Menperin Agus mengawali pertemuan dengan perwakilan VinFast, yang dihadiri oleh Manufacturing Division Deputy CEO of VinFast, Phạm Nhật Quân Anh, CEO VinFast Indonesia & Malaysia Trần Quốc Huy, Director of GSM – Xanh SM Nguyễn Văn Thanh, serta Senior Assistant to the Chairman International Relations Director, Nguyễn Đức Thanh.

VinFast VF 5 (VinFast)
Kepada Menperin, VinFast menyampaikan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki iklim usaha yang kondusif. Hal ini yang membuat VinFast berminat untuk menggelontorkan dananya pada tahap awal pembangunan pabrik sebesar US$ 200 juta, yang akan dimulai 2024.
“VinFast sedang mengidentifikasi lokasi yang cocok untuk mendirikan pabrik di Indonesia. Kebutuhan lahannya sekitar 240 hektar,” ungkap Agus.
Adapun total kapasitas pabrik akan mencapai 50.000 unit per tahun, dengan target penyerapan tenaga kerja sebanyak 1.000 sampai 3.000 orang. Pabrik ini akan beroperasi pada 2026.
Menurut Menperin, VinFast akan berkolaborasi dengan perusahaan dalam negeri untuk proses produksi. Selain itu bermitra dengan perusahaan transportasi dan penyedia jasa teknologi dalam rangka ekspansi untuk kendaraan taksi listrik. “VinFast juga berminat untuk membuat bis listrik, bahkan mereka juga ingin berinvestasi di IKN,” imbuhnya.
