
TOKYO, AVOLTA – Nissan dan Mitsubishi telah mengumumkan rencana untuk investasi di unit bisnis kendaraan listrik Renault, Ampere. Menurut keterangan dari perusahaan, dana yang dikeluarkan dua pabrikan Jepang tersebut, akan digunakan untuk pengembangan mobil listrik di pasar Eropa.
Disitat Reuters, Sabtu (9/12/2023), pengumuman investasi tersebut sekaligus mengkonfirmasi jika aliansi tiga jenama ini hanya fokus di kerja sama regional.
Sementara itu, Nissan dan Mitsubishi juga mengkonfirmasi akan berinvestasi di Renault, dengan masing-masing mengucurkan dana 600 juta euro atau setara Rp 10 triliun dan 200 juta euro atau setara Rp 3,3 triliun, yang akan melantai di bursa mulai 2024.
Ampere sendiri disebut akan mengembangkan dan memproduksi versi listrik dari Nissan Micra untuk pasar Eropa, dan SUV murni listrik sedang untuk Mitsubishi.
Sebelumnya telah diberitakan, Nissan juga bersedia menyiapkan perangkat lunak dan konektivitas unit EV, kendati Ampere sudah mengembangkan bagian penunjang tersebut secara mandiri.
“Mengembangkan mobil listrik secara mandiri sangat menantang,” ujar Makoto Uchida, CEO Nissan.
Sementara itu, di Eropa salah satu fokus utama Ampere adalah bertransformasi dari industri otomotif konvensional ke teknologi, dengan tantangannya menciptakan mobil tanpa emisi dan menciptakan perangkat lunak untuk mengoperasikan berbagai sistem di mobil listrik.



