Baru Masuk Indonesia, Nasib Honda e Malah Suram

Belum Dijual, Honda e Dipamerkan di Indonesia (is)

JAKARTA, AVOLTA – Honda memang telah menjual mobil listrik mungil, Honda e di pasar Eropa sejak 2019. Bahkan, PT Honda Prospect Motor (HPM) baru tahun ini memboyong Honda e ke Indonesia untuk perkenalan teknologi listrik Honda. Namun, mobil listrik  ini sepertinya segera menemui titik akhir, karena kalah bersaing dengan kendaraan jenis sport utility vehicle (SUV).

Disitat dari Carexpert, Jumat (28/7/2023), Honda e tidak akan ada penerusnya lagi, karena pabrikan berlambang huruf H ini, akan lebih fokus ke model SUV yang memang lebih populer di pasar global.

“Tidak akan ada lagi mobil seukuran Honda e. Saya dapat mengatakannya dengan yakin,” jelas Rebecca Adamson, Head of Automobile Honda Cars UK.

Selain itu, di pasar Inggris sendiri, model SUV memang lebih laris manis ketimbang hatchback. Sehingga, dengan alasan tersebutlah, pabrikan asal Jepang ini akan berhenti memproduksi dan menjual Honda e.

Meskipun, pasar hatchback sejatinya masih ada, karena memang bentuk kendaraan ini yang cukup kompak. Tapi, hal itu tak cukup kuat bagi Honda untuk terus meneruskan kiprah dari Honda e.

Permintaan pasar di Inggris adalah sektor SUV, jadi itulah mengapa fokusnya ada di sana. Ini adalah jajaran produk yang dipimpin oleh pasar. Selama pasarnya masih seperti itu, kami akan terus menjadi produsen SUV,” kata Adamson.

Berbicara spesifikasi, Honda e dapat menghembuskan tenaga hingga 154 PS dan torsi maksimal 315 Nm serta dukungan Sport Mode sehingga dapat berakselerasi dari 0-100 km per jam kurang dari sembilan detik.

Honda e, memiliki kapasitas baterai sebesar 35,5 kWh, yang dapat menempuh jarak sejauh 220 km. Pengisian daya baterai pada mobil berada di bagian depan mobil serta sudah dilengkapi dengan fast charging yang mampu mengisi dari 0 – 80% dalam waktu 30-36 menit.

CATEGORIES
TAGS