Harga Litium dan Nikel Anjlok, Banderol EV Bisa Turun

Desain baterai pada BMW Ix, mobil listrik baru. (BMW)

JAKARTA, AVOLTA – Lithium dan nikel merupakan salah satu bahan baku utama pada kendaraan listrik, khususnya di sistem baterai. Komponen ini juga yang menjadikan harga jual tinggi, karena mahal.

Melansir laman Nikkeiasia, Sabtu (1/7/2023), harga litium turun hingga 50% dibandingkan banderol tertinggi. Hal itu diakibatkan secara langsung melorotnya permintaan mobil listrik di Cina.

Sebaliknya, para produsen mineral itupun tengah gencar menggenjot produksi termasuk kobalt dan nikel. Maka dari itu diperkirakan harga material tersebut terus melemah dalam waktu mendatang.

Bahkan sejumlah ahli memperkirakan penurunan harga material itu akan diikuti tren melandainya harga EV itu sendiri, yang semakin mendorong penyebarannya.

Sekarang ini Litium karbonat, patokan harga litium dijual dengan harga rata-rata 177.500 yuan ($24.500) per ton dari pertengahan hingga akhir April menurut data dari Argus Media.

Kondisi ini merupakan level terendah selama 19 bulan terakhir, dan turun 69% dari level tertinggi sepanjang masa November 2022 dalam data yang sebanding sejak 2016.

Selanjutnya, harga mulai naik lagi saat produsen memangkas produksi, lalu mendatar pada Juni lalu. Pada hari Selasa (27/6/2023), harga 310.000 yuan turun 45% dari puncak November.

CATEGORIES
TAGS