Mobil Listrik Hyundai Bisa Lebih Murah di Indonesia

JAKARTA, AVOLTA – Hyundai telah memulai pembangunan pabrik battery pack untuk mobil listrik di Cikarang, Jawa Barat. Fasilitas ekosistem kendaraan listrik milik Korea Selatan ini, diharapkan bisa rampung pada Maret 2024, dengan kapasitas produksi hingga 56 ribu unit battery system assembly (BSA) per tahun.
Dikelola oleh Hyundai energy Indonesia (HEI), tahap awal, pabrik ini ditargetkan bisa memproduksi 21.000 BSA serta diharapkan bisa memasok kebutuhan untuk mobil listrik Hyundai di dalam negeri dan pasar ASEAN.
Presiden Direktur HEI, Changoug Hong berbicara kemungkinan produk mobil listrik Hyundai Ioniq nantinya bisa dijual lebih murah. Pasalnya, biaya produksi juga bisa ditekan dengan kehadiran pabrik baterai baru tersebut.
“Kita ada HLI Greenpower, lalu ada Hyundai Energy Indonesia, dan Hyundal Mobil, itu EV value chain namanya, kalau gak ada Hyundai Greenpower, bahan bakunya harus impor, nanti (dikenakan) biaya impor dan ekspor (produk dari Korea Selatan), sehingga lebih mahal (harga produk akhirnya),” ujarnya, usai peresmian pabrik baterai Hyundai di Cikarang, Jawa Barat, disitat dari Liputan6.com, Jumat (2/6/2023).

Lanjut Hong, dengan tiga fasilitas pendukung kendaraan listrik Hyundai ini di Tanah Air, maka biaya produksi sudah pasti bisa ditekan. Dengan begitu, akan berefek kepada harga jual mobil listrik Negeri Ginseng tersebut di Tanah Air.
“Tapi produksinya sekarang ada di Karawang, dan produksi battery system assembly (BSA) juga ada di Cikarang. Kita langsung jual ke Hyundai Mobil, pasti nanti didepannya harganya lebih turun,” ungkapnya.
Namun Hong belum bisa merinci, seberapa besar penurunan harga untuk mobil listrik Hyundai dengan penggunaan baterai lokal ini.
