Belum Ada Motor Listrik Terjual pakai Insentif

Baterai motor listrik Honda pada motor listrik Benly. (Honda)

JAKARTA, AVOLTA – Subsidi pembelian motor listrik dari pemerintah telah resmi berlaku. Program bantuan ini, menyasar terhadap 200 ribu unit penjualan sepanjang 2023. Namun dalam realisasinya, ternyata belum satupun roda dua ramah lingkungan terjual dengan menggunakan insentif tersebut.

Peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), Riyanto Umar mengatakan, implementasi subsidi penjualan motor listrik di lapangan tidak mudah.

“Terkait kebijakan subsidi pembelian sepeda motor listrik di lapangan memang tidak mudah mengimplementasikannya,” ujar Riyanto, disitat dari Bisnis.com, Sabtu (6/5/2023).

Meskipun pemain motor listrik sudah banyak yang mencapai Tingkat Komponen Dalam negeri (TKDN) minimum yang disyaratkan untuk mendapatkan subsidi, namun kenyataannya yang berhak mendapatkan bantuan tidak serta merta diberikan untuk semua lapisan masyarakat.

“Syarat TKDN bagi yang merek sepeda motor yang masuk dalam program ini, maupun juga siapa yang berhak mendapatkan bantuan (subsidi ini). Persoalan teknis di lapangan ini perlu segera dicari jalan keluarnya,” tegasnya.

Lanjut Riyanto, kinerja penjualan motor listrik dengan skema subsidi ini setidaknya harus bisa terjual 25 ribu unit per bulan.

“Sementara itu, jika melihat perkembangan sejauh ini target 200.000 unit tahun ini, waktu yang tersisa tinggal sekitar 8 bulan. Setidaknya tiap bulan harus terjual sampai dengan motor listrik 25.000 unit per bulan ya dalam program ini,” tukasnya.

CATEGORIES
TAGS