Harga Mobil Listrik Bekas Bakal Anjlok

Ilustrasi baterai kendaraan listrik dari Prime Planet Energy & Solutions Inc. (Prime Planet)
JAKARTA, AVOLTA – Masyarakat Indonesia yang ingin membeli mobil listrik, kini sudah banyak pilihan. Mulai pabrikan dari Cina, Jepang, Amerika Serikat (AS), Eropa, hingga Korea Selatan dengan masing-masing model unggulannya.
Maka dari itu, populasi mobil listrik juga dipercaya akan semakin bertambah seiring berjalannya waktu dan kini juga sudah ada pemberian insentif dari pemerintah.
Melihat kondisi seperti itu sebenarnya bagus untuk industri dan lingkungan menjadi lebih bersih karena mobil listrik tidak menyumbangkan emisi gas buang. Akan tetapi tetap saja ada permasalahan.
Menurut pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu, permasalahan yang akan timbul, yaitu mengenai harga jual mobil listrik bekas bisa anjlok.
Yanes menjelaskan, sejauh ini baterai pada mobil listrik menjadi penentu harga jual mobil listrik, bahkan menyumbangkan 30 % sampai 40 % dari harga jual mobil listrik tersebut.
“Usia pemakaian baterai itu sendiri 8 tahun sampai 10 tahun. After marketnya ini yang bikin pusing, karena pembeli mobil listrik bekas harus memikirkan ganti baterai baru,” ungkap Yannes belum lama ini di Jakarta.
Kondisi tersebut menurut dia akan menjadikan harga mobil listrik bekas menjadi anjlok. Apabila harus mengganti baterai baru maka biaya yang harus dikeluarkan oleh konsumen cukup tinggi.
“Tapi sema itu bisa diatasi asalkan nanti ekosistem baterai kendaraan listrik di Indonesia bisa berjalan dengan baik,” tutur Yannes.
Yannes juga sempat menjelaskan jika harga baterai kendaraan roda empat bertenaga listrik sekarang masih sekitar 135 dolar per kWh.
“Jadi kalau mobil yang 20 kWh baterainya sudah puluhan juta. Kalau motor lebih murah. Harga motor listrik dan motor menggunakan BBM tidak terlalu jauh atau tidak terlalu mahal,” kata dia.
