Daimler Masih Kaji Insentif Pembelian Bus Listrik

JAKARTA, AVOLTA – Pemberian subsidi kendaraan listrik dari pemerintah termasuk bus listrik masih dikaji oleh Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI). Dalam waktu dekat ini belum berminat meningkatkan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) minimal 40 % untuk bus listrik.

Apalagi rencana peluncuran bus listrik Mercedes-Benz di Indonesia masih memerlukan penyesuaian. Sebab, prototipe bus listrik Daimler di Brasil masih terkendala karena masalah iklim dan kondisi jalan.

“Kami lebih ingin menyebut waktu kedatangan [bus listrik] pada semester kedua tahun ini karena ada sedikit adjustment dengan Brasil. Pihak kami sedang melihat dan mencoba mengerti pasar Indonesia. Jadi melihat iklim, ketahanan kendaraannya sesuai dengan kondisi medan Indonesia, jadi ada beberapa penyesuaian yang terjadi,” ucap President Director DCVI Naeem Hassim di Jakarta, belum lama ini.

Naeem menjelaskan, langkah pertama masuk era elektrifikasi, yaitu membawa bus listrik ke Indonesia dan dikaji berapa persen kandungan lokalnya, apakah nantinya akan dibikin 40% atau tidak masih belum diketahui saat ini.

“Kalau kami buat 40 % maka produknya [kendaraan listrik] berhak mendapatkan insentif pajak, jadi kita harus menunggu sampai kita membawa produknya ke sini ya,” jelas Naeem.

Meski demikian, dia memastikan bus listriknya akan tetap diluncurkan tahun ini di Indonesia. Hanya saja, untuk investasi akan dilihat dulu bagaimana penyerapan pasar dan kondisi pemberian insentif dari pemerintah.

CATEGORIES
TAGS