Honda Masukan Indonesia Dalam Rantai Pasok Baterai Global

TOKYO, AVOLTA – Honda Motor Company mengumumkan strategi pengadaan regional untuk baterai mobil listrik guna mengurangi ketergantungan terhadap impor langsung dari Cina. Model yang akan dijual di India bakal menggunakan sel baterai buatan CATL, yang dipasok dari fasilitas produksinya di Indonesia.
“Baterai untuk Honda 0 Series α, meskipun menggunakan teknologi dari CATL, sel-selnya akan diproduksi di Indonesia dan kemudian dikirim ke India. Jadi bisa dikatakan, baterainya berasal dari Indonesia,” ujar Presiden dan CEO Honda, Toshihiro Mibe, dikutip Autocar India, Senin (3/11/2025).
Industri kendaraan listrik di India masih sangat bergantung pada Tiongkok untuk pasokan sel baterai, yang menimbulkan risiko besar terhadap rantai pasok di tengah hubungan geopolitik yang memanas.
Kekhawatiran akan potensi gangguan dan kerentanan strategis membuat para produsen mobil kini mulai mencari sumber pasokan alternatif, terutama setelah munculnya kesulitan dalam mendapatkan magnet tanah jarang dan teknologi baterai canggih dari Tiongkok.
Meskipun pemerintah India tengah mendorong lokalisasi produksi kendaraan listrik (EV) melalui skema insentif bagi produksi sel baterai dalam negeri, upaya tersebut sejauh ini belum memberikan dampak signifikan terhadap rantai pasok EV di negara itu.
Honda kini menerapkan strategi pengadaan baterai berbasis regional di seluruh dunia, melalui kemitraan dan usaha patungan mengingat baterai berukuran besar dan sulit untuk diangkut jarak jauh.
“Kami akan mengadakan baterai dengan cara yang paling optimal di setiap wilayah. Untuk Amerika Utara, kami sudah memiliki usaha patungan dengan LG untuk produksi baterai, dan pasokan di wilayah tersebut akan berasal dari sana. Untuk pasar Tiongkok, baterai akan dipasok langsung oleh CATL,” ujar Mibe.
Sedangkan untuk kendaraan yang diproduksi di Jepang, baterainya akan diperoleh dari dalam negeri dan dipasang langsung pada kendaraan listrik (EV) yang dibuat di sana.
