Cina Mau Kuasai Pasar Hybrid: Jual PHEV Murah

Leapmotor A10 di Guangzhou Auto Show 2025. (leapmotor)

GUANGZHOU, AVOLTA – Invasi Cina di sektor industri otomotif masih berlanjut. Kali ini para produsen mobil asal Tiongkok mulai memasuki fase baru dalam era elektrifikasi, yaitu menyerang dengan kendaraan listrik (EV) dan plug-in hybrid (PHEV) berbiaya rendah.

Sebagai contoh di pameran Guangzhou Motor Show 2025, para produsen menunjukkan ambisi besar untuk menguasai segmen pasar massal, bukan hanya di dalam negeri, tetapi juga di kancah global.

Melansir Carscoops, Selasa (2/12/2025) gelombang model baru ini ditawarkan dengan harga sangat kompetitif, mulai dari 100.001 yuan (Rp235 jutaan) hingga 150.000 yuan (Rp352 jutaan).

Keberanian banderol tersebut jadi sinyal jelas bahwa pabrikan Cina siap menekan pasar global dengan strategi harga agresif, sesuatu yang sulit ditandingi produsen Barat yang masih berkutat dengan biaya produksi tinggi dan target emisi yang ketat.

Beberapa model pun berhasil mencuri perhatian publik di pameran tersebut, seperti Leapmotor A10. Sedan listrik baru yang diperkirakan dijual mulai 100.000 yuan. Model ini juga disiapkan untuk ekspor ke berbagai negara.

Selanjutnya Leapmotor Lafa 5. Hatchback listrik yang hadir dengan kisaran harga serupa dan menyasar pasar internasional.

Nio Firefly, untuk pertama kalinya tampil dalam versi setir kanan. Dengan harga sekitar 100.000 yuan di Cina, model ini dijadwalkan memasuki 17 pasar baru tahun depan, termasuk kawasan Amerika Tengah.

GAC Aion i60, SUV berbasis range-extender yang dibanderol mulai 109.800 yuan (Rp258 jutaan), turut menambah opsi kendaraan hemat biaya.

Fenomena ini sekaligus memperlihatkan bagaimana perang harga di pasar otomotif Cina terus memanas. Kompetisi paling keras justru terjadi di segmen bawah, di mana konsumen kini dimanjakan dengan semakin banyak pilihan kendaraan elektrifikasi terjangkau.

CATEGORIES
TAGS