Segmen LCGC Turun, Apa Kata Daihatsu?

TANGERANG, AVOLTA – Penjualan low cost green car (LCGC) sepanjang bulan ke-6 mencatatkan angka 7.762 unit. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo, hasil tersebut turun 9,17 persen dibanding Mei yang tembus 8.546 unit.
Bahkan anjlok 49 % apabila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2024 (YoY) dengan total 15.252 unit.
Melihat kondisi itu, Marketing Director dan Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Sri Agung Handayani mengakui bahwa segmen LCGC mengalami penurunan.
“Kalau komposisi (LCGC) tahun lalu periode yang sama 21,5%. Tahun ini turun hanya sekitar 18 %. Jadi ada penurunan,” kata Sri Agung belum lama ini di GIIAS 2025.
Menurut dia, ada beberapa faktor yang menyebabkan melemahnya penyerapan pasar terhadap LCGC beberapa bulan terakhir. Salah satunya adalah non-performing loan (NPL).
NPL belum normal, sehingga syarat pembelian untuk DP (down payment) tidak seperti dahulu lagi,” bebernya.
Segmen LCGC sampai sejauh ini banyak dari konsumen pembeli mobil pertama atau first car buyer, yang mana sebagian besar aktivitas pembeliannya menggunakan skema membayar cicilan atau angsuran pada periode tertentu.
“Apalagi akhir-akhir ini sedang banyak lay off, rata-rata pembeli kita itu balance yangdi sektor formal dan non-formal. Kalau dari sektor formal yang bekerja sekarang tak lagi kerja, sudah dijelaskan beberapa waktu lalu,” ujar Sri Agung.
Meski begitu, Sri Agung tetap optimistis pasar LCGC akan kembali bergairah dalam waktu dekat. Sebab, pembeli kendaraan jenis ini dikatakannya hampir merata di setiap daerah yang mencari produk dengan harga terjangkau.
