Menperin Bilang Industri Otomotif Butuh Insentif Baru

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang. (Industri.co.id)

TANGERANG, AVOLTA – Daya beli masyarakat Indonesia sedang dalam kondisi tidak baik-baik saja. Salah satu buktinya, industri otomotif terkena dampak di mana penjualan mobil baru yang ditargetkan bisa mencapai 1 juta unit, direvisi Gaikindo menjadi 850.000 unit sepanjang tahun 2024 ini.

Melihat kondisi itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, Kemenperin bersama Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi (Kemenko Ekon) sedang merumuskan program-program insentif dan stimulus guna membantu industri otomotif agar tetap dapat bertahan dan berkembang.

Insentif semacam ini lanjut Agus sebelumnya sudah pernah diterapkan saat masa pemulihan pandemi Covid-19, melalui program Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPNBM DTP).

“Tapi jangan ditanya nanti seperti apa insentif ini karena masih dalam pembahasan. Kita berharap secepatnya, mungkin baru bisa berlaku efektif tahun depan,” ujar Agus usai membuka pameran GJAW 2024 di ICE, BSD City, Tangerang.

Menurut Agus, industri otomotif ini begitu penting bagi Indonesia, sebab sektor otomotif memiliki backward dan forward linkages yang besar dengan melibatkan 1,5 juta jiwa.

“Sektor ini memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia, terutama dalam kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (GDP), khususnya sektor manufaktur,” kata Agus.

CATEGORIES
TAGS