Home Cerita Nissan Bertaruh ke AS: Produksi 80% Mobil 2030

Nissan Bertaruh ke AS: Produksi 80% Mobil 2030

Pabrik Nissan di Sunderland, Inggris, merakit mobil listrik Leaf. (Nissan)

JAKARTA, AVOLTA – Nissan Motor menyiapkan pertaruhan besar pada bisnisnya di masa depan. Ketika diversifikasi penting untuk menjaga laju industri, Nissan justru bakal konsentrasi memindahkan 80% kapasitas produksi ke negara uwak Sam, dengan target akhir 2030.

Disitat dari GlobalData, target tersebut meningkat cukup signifikan, dibandingkan tingkat produksi lokal Amerika Serikat saat ini yang berada di angka 65%.

Langkah tersebut, menjadi bagian dari respons Nissan terhadap kebijakan tarif yang diberlakukan pemerintahan Donald Trump.

“Pada April tahun lalu, kami menghadapi hambatan signifikan akibat tarif. Kami mengubah arah dengan memproduksi lebih banyak mobil di AS serta melokalkan seluruh mobil dan komponennya,” jelas Nissan Americas management committee chairperson Christian Meunier, saat berbincang dengan Asia Nikkei.

Agar target tersebut bisa tercapai, Nissan kini fokus terhadap tiga model yang sudah diproduksi di AS, yaitu Rogue dan Pathfinder, serta pikap Frontier. Ketiganya memiliki kontribusi cukup besar terhadap bisnis Nissan di AS, dengan menyumbang sekitar 55 persen dari total penjualan perusahaan.

Nissan sendiri memiliki enam fasilitas produksi kendaraan dan mesin yang tersebar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Brasil.

Strategi peningkatan produksi lokal ini juga berjalan bersamaan dengan program restrukturisasi Re, yang dijalankan perusahaan setelah lemahnya profitabilitas bisnis di AS yang turut memberikan tekanan terhadap kinerja Nissan secara keseluruhan.