Home Cerita BYD Racco Segera Keluar Jepang: Pasar Setir Kanan Sri Lanka dan Makau...

BYD Racco Segera Keluar Jepang: Pasar Setir Kanan Sri Lanka dan Makau Duluan

BYD Racco tampil di Japan Mobility Show 2025. (Avolta)

TOKYO, AVOLTA – BYD mulai memperluas pasar mobil listrik mungil Racco, setelah sebelumnya dikembangkan dan dipasarkan khusus untuk Jepang. Kei car listrik asal Cina ini, direncanakan untuk bisa dijual di negara dengan setir kanan seperti Sri Lanka dan Makau sebagai tujuan awal.

Disitat dari Carnewschina, pemesanan Racco saat ini sudah dibuka di Makau. Sedangkan untuk di Sri Lanka, peluncuran resminya dijadwalkan pada 9 Oktober 2026.

Racco sendiri, merupakan mobil listrik pertama BYD yang secara khusus dirancang untuk memenuhi regulasi kei car di Jepang. Mobil ini memiliki dimensi dan tenaga yang mengikuti batasan sebuah kei car, yang mendapatkan sejumlah keuntungan seperti keringanan pajak.

Respons di pasar Jepang untuk BYD Racco ini, bisa dibilang positif. Setelah sempat mencatat lebih dari 1.000 pesanan dalam dua pekan pertama, kini jumlah pesanan kumulatif Racco telah melampaui 2.000 unit sejak diperkenalkan sekitar dua bulan lalu.

Pengumuman ekspansi Racco dilakukan BYD di sebuah dealer di Hiratsuka, Prefektur Kanagawa. Momen tersebut, sekaligus menandai pencapaian jenama asal Tiongkok ini, yang telah menjual lebih dari 10 ribu unit kendaraan di Jepang.

Dari dimensi, BYD Racco memiliki panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, dan tinggi 1.800 mm, dengan jarak sumbu roda 2.520 mm. Mobil listrik mungil ini mampu membawa empat penumpang sesuai regulasi Kei car, dan menyediakan ruang bagasi 280 liter. Radius putarnya hanya 4,8 meter, sehingga karakter dimensinya cocok untuk bermanuver di kawasan perkotaan dengan ruang terbatas.

Sumber tenaga BYD Racco berasal dari motor listrik, yang ditempatkan di bagian depan dengan output 47 kW atau sekitar 63 tk.

BYD menawarkan dua pilihan baterai LFP, yakni berkapasitas 22,4 kWh dan 35,84 kWh. Masing-masing mampu memberikan jarak tempuh hingga 210 km dan 320 km berdasarkan standar WLTC.