Home Cerita Ekspor Mobil Tiongkok Tembus 1 Juta Unit Sebulan

Ekspor Mobil Tiongkok Tembus 1 Juta Unit Sebulan

JAKARTA, AVOLTA – Industri otomotif Cina kembali mencatatkan sejarah baru, yang untuk pertama kalinya mampu cetak 1 juta unit ekspor hanya dalam satu bulan. Pencapaian ini, terjadi pada Juni 2026, dan sekaligus memperlihatkan semakin kuatnya Tiongkok sebagai pemasok kendaraan terbesar ke berbagai negara.

Berdasarkan data China Passenger Car Association (CPCA), yang disitat dari Carnewschina, total ekspor kendaraan pada Juni 2026 mencapai 1,08 juta unit atau naik 73% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dari jumlah tersebut, kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV), yang mencakup mobil listrik murni (BEV) dan plug-in hybrid (PHEV), menyumbang sekitar 550 ribu unit. Artinya, lebih dari separuh ekspor kendaraan China kini berasal dari segmen elektrifikasi.

Kinerja ekspor kendaraan listrik juga menunjukkan pertumbuhan yang jauh lebih pesat dibandingkan mobil bermesin konvensional. Pengiriman NEV ke luar negeri melonjak hingga 140% secara tahunan. Sementara itu, ekspor kendaraan berbahan bakar bensin dan diesel tumbuh sekitar 35 persen.

Secara kumulatif selama semester pertama 2026, Tiongkok telah mengekspor sekitar 5,5 juta unit kendaraan atau meningkat sekitar 64 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari total tersebut, ekspor NEV mencapai sekitar 2,9 juta unit, naik hampir dua kali lipat secara tahunan. Kontribusi kendaraan listrik terhadap total ekspor pun terus meningkat dan kini telah melampaui 50%.

Sejumlah produsen otomotif menjadi motor utama di balik pencapaian tersebut. BYD, Chery, SAIC, Geely, hingga Changan terus memperluas jangkauan pasar internasional melalui peningkatan kapasitas produksi, ekspansi jaringan distribusi, serta pembangunan fasilitas manufaktur di berbagai negara.

Di sisi lain, kuatnya ekspor menjadi penopang penting ketika pasar domesti masih menghadapi tekanan. Persaingan harga yang ketat, melemahnya konsumsi, serta berkurangnya sejumlah insentif membuat penjualan di dalam negeri melambat.