Penjualan Lesu, Produksi Global Toyota Terkoreksi 3,9%

Pramuniaga tengah menjelaskkan ke pengunjung soal Toyota Veloz Hybrid di GJAW 2025. (TAM)

JAKARTA, AVOLTA – Produksi global Toyota Motor Corporation kembali mencatatkan tren penurunan pada Februari 2026. Berdasarkan laporan terbaru, total produksi dari raksasa otomotif asal Jepang ini hanya mencapai 749.673 unit, atau turun 3,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Penurunan produksi ini, sudah terjadi dalam empat bulan berturut-turut, dengan tekanan terbesar datang dari pasar Cina dan juga Jepang.

Disitat Kyodo, penjualan Toyota secara global sendiri memang tengah lesu. Bahkan, Toyota hanya membukukan pengiriman sebesar 737.134 unit, turun 3,3% secara tahunan. Penurunan ini sekaligus mengakhiri tren positif dalam tiga bulan sebelumnya.

Secara geografis, penurunan produksi paling terasa terjadi di luar Jepang. Produksi global di pasar internasional turun 4,6% menjadi 470.757 unit. Tiongkok menjadi salah satu kontributor terbesar dengan penurunan mencapai 11,5% atau hanya menjadi 78.457 unit. Persaingan yang semakin ketat serta berkurangnya hari kerja akibat libur Tahun Baru Imlek, disebut sebagai faktor utama pelemahan tersebut.

Sementara itu, produksi domestik di Jepang juga tidak luput dari tekanan. Toyota mencatatkan penurunan 2,6% menjadi 278.916 unit. Kondisi ini dipengaruhi oleh jumlah hari operasional yang lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya.

Di kawasan Amerika Utara, produksi turun 9,1% menjadi 159.237 unit, dengan Kanada mencatat penurunan paling tajam hingga 46,2% akibat persiapan pergantian model SUV andalan RAV4.

Meski demikian, tidak semua pasar menunjukkan tren negatif. Produksi di Amerika Serikat justru mengalami kenaikan 3,4% menjadi 110.978 unit, didorong oleh permintaan kendaraan hybrid yang masih kuat. Penjualan di Negeri Paman Sam juga naik 3,2% menjadi 180.950 unit, memberikan sedikit penopang di tengah pelemahan global.

CATEGORIES
TAGS