Penjualan EV Global Turun Februari 2026: Cina Jadi Pemicu

Strategi Ciamik Toyota untuk Gaet Pembeli Mobil Listrik Pertamanya (Carscoops)
JAKARTA, AVOLTA – Penjualan mobil listrik secara global kembali menunjukan tren penurunan pada Februari 2026. Melemahnya permintaan di sejumlah pasar utama, membuat pasar model bertenaga baterai di berbagai negara mengalami tekanan untuk kedua kalinya secara berturut-turut.
Berdasarkan laporan lembaga riset Benchmark Mineral Intelligence (BMI), yang disitat dari Reuters, total penjualan mobil listrik dunia pada Februari 2026 hanya sedikit di atas satu juta unit. Angka tersebut turun sekitar 115 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, dan menjadi capaian terendah sejak Februari 2024.
Penurunan terbesar terjadi di Cina, yang merupakan pasar kendaraan listrik terbesar di dunia. Pada Februari 2026, penjualan mobil listrik dan plug-in hybrid (PHEV) di negara tersebut merosot sekitar 32% secara tahunan, menjadi kurang dari 500 ribu unit. Penurunan ini disebut sebagai yang terbesar sejak pandemi Covid-19.
Meredupnya pasar Tiongkok dipicu sejumlah faktor, termasuk berakhirnya insentif pajak untuk pembelian mobil listrik serta dihentikannya sejumlah program subsidi pemerintah. Kondisi tersebut membuat permintaan melemah karena konsumen menjadi lebih sensitif terhadap harga kendaraan.
Tekanan juga terjadi di pasar Amerika Utara. Penjualan mobil listrik di kawasan tersebut tercatat turun sekitar 35%, seiring berakhirnya program kredit pajak kendaraan listrik di Amerika Serikat, serta perubahan kebijakan terkait standar emisi kendaraan.
Meski begitu, tidak semua wilayah mengalami perlambatan. Penjualan mobil listrik di Eropa justru meningkat sekitar 21% pada Februari 2026. Sementara negara-negara di luar pasar utama mencatat lonjakan hingga 78%, didorong ekspansi produsen otomotif Tiongkok ke berbagai kawasan baru seperti Asia, Australia, dan Eropa.
