CATL Percepat Pengembangan Baterai Solid-State Generasi Baru

SHANGHAI, AVOLTA – Contemporary Amperex Technology Co. Limited alias CATL terus mematangkan pengembangan baterai solid-state yang digadang-gadang menjadi teknologi masa depan kendaraan listrik.
Terbaru, perusahaan asal Cina ini mengajukan paten terkait solusi untuk mengatasi masalah ketidakstabilan material sulfida, yang selama ini menjadi salah satu tantangan utama dalam pengembangan baterai jenis tersebut.
Melansir CarnewsChina, Jumat (13/3/2026), baterai solid-state menggunakan elektrolit padat sebagai pengganti elektrolit cair pada baterai lithium-ion konvensional. Teknologi ini diyakini mampu menghadirkan kepadatan energi lebih tinggi, tingkat keamanan lebih baik, serta potensi jarak tempuh kendaraan listrik yang lebih panjang.
Namun, salah satu material yang banyak digunakan dalam riset baterai solid-state adalah elektrolit berbasis sulfida. Material ini memiliki konduktivitas ion yang tinggi sehingga mampu mempercepat pergerakan ion lithium di dalam baterai.
Di sisi lain, senyawa sulfida juga dikenal cukup reaktif dan rentan mengalami ketidakstabilan ketika berinteraksi dengan komponen lain di dalam sel baterai.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, CATL mengembangkan pendekatan baru yang difokuskan pada peningkatan stabilitas material sulfida.
Melalui paten yang diajukan, perusahaan berupaya mengoptimalkan struktur serta komposisi material agar tetap stabil selama proses kerja baterai tanpa mengurangi performa konduktivitas ionnya.
Teknologi ini dinilai penting untuk meningkatkan daya tahan serta keamanan baterai solid-state ketika digunakan dalam kendaraan listrik. Jika stabilitas material dapat terjaga, baterai jenis ini berpotensi memberikan kinerja yang lebih konsisten serta masa pakai yang lebih panjang.
Pengembangan tersebut juga menjadi bagian dari roadmap CATL menuju tahap produksi percobaan baterai solid-state. Perusahaan menargetkan pilot production atau produksi awal teknologi tersebut dapat dimulai sekitar 2027 sebagai langkah awal sebelum komersialisasi secara lebih luas.
Jika teknologi baterai ini berhasil dikembangkan secara stabil dan dapat diproduksi massal, kendaraan listrik di masa depan berpotensi memiliki jarak tempuh lebih jauh, waktu pengisian lebih singkat, serta tingkat keamanan lebih tinggi dibandingkan teknologi baterai yang digunakan saat ini.
