Tesla Model S dan X: Stop Produksi, Geser ke Humanoid

Robot humanoid Tesla Optimus. (tesla)
LOS ANGELES, AVOLTA – Tesla mengambil langkah strategis dengan menghentikan produksi dua model andalannya, Model S dan Model X. Keputusan ini menandai perubahan arah bisnis perusahaan yang kini serius mengalihkan fokus ke pengembangan robotika dan kendaraan otonom.
Mengutip Reuters, Rabu (4/2/2026), penghentian produksi kedua model ini dilakukan untuk membuka ruang produksi bagi lini masa depan Tesla, khususnya robot humanoid Optimus dan kendaraan otonom tanpa pengemudi yang tengah dikembangkan.
Fasilitas di California yang sebelumnya digunakan untuk memproduksi kedua model tersebut akan dialihfungsikan sebagai pusat produksi teknologi baru Tesla.
CEO Tesla Elon Musk menegaskan bahwa perusahaan tengah memasuki fase transformasi besar. Tesla tidak lagi memposisikan diri hanya sebagai produsen kendaraan listrik, tetapi sebagai perusahaan teknologi yang berfokus pada kecerdasan buatan, robotika, dan sistem otonom.
Salah satu proyek utamanya, yaitu Cybercab, kendaraan otonom tanpa setir dan pedal yang dirancang khusus untuk layanan robotaksi.
Langkah ini sejalan dengan rencana belanja modal Tesla yang sangat agresif. Pada 2026, perusahaan menyiapkan anggaran investasi lebih dari 20 miliar dollar AS, hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Tesla Optimus.
Dana tersebut akan digunakan untuk memperluas fasilitas produksi robot Optimus, pengembangan sistem otonom penuh, serta infrastruktur pendukung seperti pabrik baterai dan pengolahan litium.
Chief Financial Officer Tesla, Vaibhav Taneja, menjelaskan bahwa meskipun mobil listrik yang dikendarai manusia masih menjadi sumber pendapatan utama saat ini, pertumbuhan jangka panjang Tesla akan bertumpu pada teknologi otonom dan robotika.
Tesla menilai sektor ini memiliki potensi ekonomi yang jauh lebih besar dibandingkan pasar kendaraan listrik tradisional yang semakin kompetitif.
Keputusan menghentikan Model S dan Model X juga mencerminkan perubahan prioritas Tesla di tengah ketatnya persaingan global.
Setelah posisinya sebagai pemimpin penjualan EV dunia tergeser oleh produsen Cina, Tesla memilih untuk tidak terjebak dalam perang volume, melainkan melompat ke segmen teknologi yang masih berada di tahap awal pengembangan.
Ke depan, Tesla berambisi menjadi pemain utama dalam ekosistem mobilitas masa depan, di mana kendaraan tidak lagi dikemudikan manusia dan robot menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Penghentian produksi Model S dan Model X pun menjadi simbol jelas bahwa Tesla siap meninggalkan masa lalu demi mengejar visi jangka panjangnya.
