Penjualan Mobil Bensin Cina Anjlok, Tergerus Kendaraan Listrik

BEIJING, AVOLTA – Penjualan kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE) atau mobil bensin di Cina terus menunjukkan tren penurunan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Data terbaru menunjukkan jumlah mobil bensin yang terjual di pasar domestik turun dari sekitar 17,8 juta unit pada 2020 menjadi 10,85 juta unit pada 2025. Demikian dikutip CarnewsChina, Selasa (3/2/2026).

Penurunan itu cukup besar, hampir 7 juta unit atau sekitar 39% selama enam tahun terakhir. Pertumbuhan negatif ini mencerminkan pergeseran preferensi konsumen secara drastis dari kendaraan konvensional ke kendaraan energi baru (NEV).

Besarnya penurunan penjualan mobil bensin terjadi bersamaan dengan meluasnya penetrasi kendaraan listrik dan model hibrida di Tiongkok. Kendaraan energi baru, termasuk EV, plug-in hybrid, dan hibrida ringan, kini menguasai lebih dari setengah pasar mobil penumpang domestik.

Di tengah tren penurunan tersebut, beberapa model mobil bensin lama masih mampu mempertahankan angka penjualan yang relatif kuat. Misalnya, Nissan Sylphy mencatat penjualan sekitar 320.000 unit, Volkswagen Lavida sekitar 270.000 unit, serta Volkswagen Sagitar sebanyak 256.000 unit di 2025.

Sementara itu, model besutan pabrikan domestik menunjukkan tren yang lebih positif di segmen ICE. Geely dengan crossover Xingyue L dan Boyue mencatat pertumbuhan penjualan sampai 148 % untuk Boyue, menandakan adanya segmen yang masih mempertahankan ketertarikan terhadap mesin bensin di tengah dominasi NEV.

Tantangan bagi merek global juga semakin nyata. Produsen luar seperti Nissan dan Honda mengalami penurunan tajam dalam penjualan tradisional mereka di Cina karena konsumen lebih cepat beralih ke model listrik atau hibrida yang kini lebih relevan dengan preferensi pasar lokal.

Penurunan penjualan kendaraan ICE ini diperparah oleh dominasi pabrikan Cina dalam penetrasi EV dan infrastruktur pengisian yang semakin lengkap.

CATEGORIES
TAGS