Pabrik Baterai CATL Karawang Ngegas: Produksi Juni 2026

Booth CATL di sebuah pameran – dok.Istimewa
JAKARTA, AVOLTA – Di tengah percepatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia, pembangunan pabrik baterai milik PT Contemporary Amperex Technology Indonesia (CATIB) di Karawang, Jawa Barat, menjadi salah satu fondasi penting bagi masa depan ekosistem EV nasional.
Fasilitas ini ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2026, lebih cepat dari rencana awal yang semula diproyeksikan pada kuartal ketiga tahun yang sama.
Direktur Corporate Public Affairs PT CATIB, Bayu Hermawan, menyampaikan bahwa perusahaan tengah menggenjot kesiapan fasilitas agar dapat mulai beroperasi sekitar Juni hingga Juli 2026.
“Percepatan ini menjadi sinyal kuat keseriusan CATIB dalam mendukung pengembangan industri kendaraan listrik dan energi terbarukan di dalam negeri,” ujar Bayu di Jakarta belum lama ini.
Pada tahap awal operasional, pabrik baterai ini akan memiliki kapasitas produksi sebesar 6,9 GWh dengan total nilai investasi mencapai sekitar Rp7 triliun.
Kapasitas tersebut dirancang untuk terus berkembang secara bertahap hingga mencapai 15 GWh, seiring meningkatnya kebutuhan baterai kendaraan listrik di pasar domestik maupun regional.
Produk yang dihasilkan tidak hanya terbatas pada sel baterai, tetapi mencakup modul baterai, battery pack, hingga Battery Energy Storage System (BESS). CATIB juga menegaskan komitmennya terhadap prinsip keberlanjutan.
Dalam operasionalnya, pabrik di Karawang akan memanfaatkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 18 MWh. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menekan jejak karbon sekaligus menciptakan proses produksi yang lebih ramah lingkungan.
Dari sisi sosial dan ekonomi, kehadiran pabrik baterai ini diproyeksikan memberikan dampak signifikan. Sekitar 3.000 tenaga kerja ditargetkan akan terserap saat fasilitas mulai beroperasi penuh.
Penguatan sumber daya manusia dilakukan melalui program transfer pengetahuan, termasuk pengiriman tenaga kerja ke Cina untuk pelatihan teknis, serta kerja sama dengan pelaku UMKM lokal guna mendorong pertumbuhan ekonomi di sekitar kawasan industri.
Pabrik baterai ini bukan sekadar fasilitas manufaktur, melainkan menjadi salah satu penopang utama ambisi Indonesia untuk bertransformasi menjadi pemain penting dalam industri kendaraan listrik dan energi hijau di kawasan Asia Tenggara.
