Mercedes-Benz Tolak Geser Kantor Pusat ke AS

WASHINGTON, DC, AVOLTA – Mercedes-Benz mengungkap adanya upaya serius dari pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk menarik perusahaan tersebut memindahkan kantor pusatnya ke Negeri Paman Sam.

Informasi ini disampaikan langsung CEO Mercedes-Benz Group, Ola Källenius, yang menyebut pendekatan itu terjadi pada awal pemerintahan Presiden Donald Trump di periode keduanya. Demikian dikutip Carscoops, Senin (2/2/2026).

Källenius menjelaskan, Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, sempat menawarkan berbagai insentif, termasuk keringanan pajak, guna membujuk Mercedes agar memindahkan markas besarnya dari Jerman ke AS.

Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari strategi pemerintah AS untuk memperkuat industri domestik.

Meski demikian, Mercedes-Benz memilih untuk tidak mengabulkan tawaran tersebut. Menurut dia pendekatan semacam itu mungkin lazim dilakukan dalam konteks relokasi perusahaan antarnegara bagian di AS, namun menjadi persoalan berbeda ketika menyasar perusahaan global yang memiliki akar kuat di negara asalnya.

Mercedes-Benz menegaskan bahwa identitas perusahaan tidak bisa dilepaskan dari sejarah panjangnya di Jerman. Källenius menekankan bahwa meskipun Mercedes telah beroperasi sebagai merek global selama lebih dari satu abad, fondasi perusahaan tetap berpijak di wilayah Swabia, Jerman.

Walau menolak memindahkan kantor pusat, Mercedes-Benz tetap menunjukkan komitmen kuat terhadap pasar AS. Perusahaan telah lama mengoperasikan fasilitas manufaktur berskala besar di Tuscaloosa, Alabama, yang menjadi salah satu basis produksi penting Mercedes di luar Jerman.

CATEGORIES
TAGS