Cina Bangun Laboratorium ADAS Pertama: Simulasikan Lalu Lintas Ekstrem

BEIJING, AVOLTA – Pemerintah Cina menyelesaikan pembangunan laboratorium ADAS (Advanced Driver Assistance Systems) pertama di dunia yang mampu mensimulasikan kondisi lalu lintas dan cuaca ekstrem untuk kendaraan pintar.

Fasilitas berukuran sekitar 5.000 meter persegi ini dirancang untuk menguji teknologi bantuan pengemudi dengan lebih realistis, termasuk skenario seperti kabut tebal, hujan deras, berbagai intensitas cahaya, dan perilaku lalu lintas yang kompleks. Demikian dikutip CarnewsChina, Jumat (13/2/2026).

Laboratorium ini mulai beroperasi sejak 9 Februari 2026 di kawasan teknologi tinggi sekitar kota Chongqing, dengan Changan Nevo A06 EV sedan menjadi kendaraan pertama yang menjalani serangkaian uji coba di fasilitas tersebut.

Keberadaan laboratorium ini menghadirkan integrasi tiga aspek utama dalam pengujian sistem mengemudi cerdas, kendaraan itu sendiri, simulasi lalu lintas yang dinamis, dan simulasi kondisi iklim ekstrem.

Salah satu keunggulan laboratorium ini adalah kemampuannya mensimulasikan berbagai skenario cuaca secara bertahap dan terkendali. Misalnya, efek kabut buatan bisa diatur untuk mengubah jarak pandang dari 1.000 meter hingga hanya 10 meter dalam kurun waktu sekitar 30 menit.

Selain simulasi kabut dan hujan, fasilitas ini juga mampu menciptakan variasi tingkat cahaya yang mencegah atau menguji respons sensor dan sistem kendaraan pada kondisi fajar, senja, atau hari berawan.

Untuk meniru situasi jalan yang penuh tantangan, fasilitas ini dilengkapi dengan sistem drag canggih yang memungkinkan kendaraan diuji pada kecepatan hingga 130 km/jam, di atas ambang standar industri yang umumnya berkisar 100 km/jam.

Selama uji coba, jalur simulasi bisa menghadirkan perilaku objek lalu lintas lain, termasuk pejalan kaki tak terduga yang muncul dari area blind spot, memberi tantangan nyata bagi sistem ADAS modern.

Pembangunan laboratorium ini dilakukan oleh China Merchants Testing Vehicle Technology Research Institute (CMVR), sebuah perusahaan teknologi tinggi asal Chongqing yang mendapat pengakuan dari Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China (MIIT) serta badan regulator lainnya.

CMVR memiliki beberapa fasilitas uji di berbagai wilayah China, termasuk basis pengujian di kawasan dingin seperti Heihe, dan melayani lebih dari 2.700 klien korporat di seluruh negeri.

Langkah ini menunjukkan ambisi Tiongkok untuk memperkuat pengembangan sistem bantuan mengemudi canggih sekaligus mempersiapkan platform yang lebih matang sebelum adopsi massal teknologi tersebut pada kendaraan produksi.

Laboratorium baru ini diprediksi akan mempercepat validasi dan peningkatan performa fitur ADAS dalam kondisi yang lebih menantang dan variatif, memberi landasan teknis yang lebih kuat bagi pengembangan mobil pintar di masa depan.

CATEGORIES
TAGS