Tesla Kehilangan Hak Merek Cybercab: Ditikung UniBev

WASHINGTON, DC, AVOLTA – Tesla perusahaan mobil listrik asal Amerika Serikat (AS) yang terkenal inovatif, kali ini tersandung masalah, yaitu pendaftaran merek dagang untuk nama Cybercab.
Melansir CarandDriver, Jumat (9/1/2026) perusahaan ini resmi memperkenalkan robotaxi Cybercab ke publik pada 10 Oktober 2024, namun Tesla baru mengajukan permohonan merek dagang Cybercab ke Kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat (USPTO) pada 17 Oktober 2024, satu pekan setelah pengumuman resmi.
Masalah pun muncul. Permohonan Tesla sempat tertunda karena nama Cybercab berpotensi menimbulkan kebingungan dengan paten yang lebih dulu dimiliki oleh Pirelli. Celah ini dimanfaatkan pihak lain, yakni UniBev, perusahaan minuman asal Prancis, dengan cepat mendaftarkan nama yang sama.
Hasilnya, pada 12 Desember 2025, UniBev resmi tercatat sebagai pemegang hak merek Cybercab, baik di AS maupun secara internasional.
Dokumen resmi menunjukkan bahwa surat penangguhan untuk permohonan Tesla telah diterbitkan pada 14 November 2025, namun langkah lanjutan untuk mengamankan merek tidak dilakukan.
Situasi ini sebetulnya bisa dihindari jika Tesla memastikan hak legal atas merek sebelum memperkenalkan nama Cybercab ke publik.
Kini, Tesla berada di persimpangan, karena harus memutuskan apakah akan membayar UniBev untuk mendapatkan kembali hak nama, atau memilih jalur lebih rumit dengan mengganti nama robotaxi.
Meski analis memperkirakan Tesla akan memilih opsi pertama untuk mengamankan nama Cybercab, kasus ini menyisakan pelajaran penting bagi industri otomotif dan startup teknologi.
