Penjualan Sepeda Motor 2026 Ditarget 6,7 Juta Unit

Honda pamer 3 motor listrik buatan Jepang di IMOS 2022. (Indozone)
JAKARTA, AVOLTA – Memasuki awal tahun, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menilai pasar sepeda motor dalam negeri masih berpotensi untuk bergerak positif. Meskipun begitu, industri roda dua juga dihadapkan dengan berbagai tantangan ekonomi, yang diperkirakan akan terjadi sepanjang 2026.
Salah satu perhatian utama datang dari pemberlakuan opsen, yakni pajak tambahan yang mulai diterapkan sejumlah pemerintah daerah sejak awal tahun. Kebijakan ini dinilai berpotensi menjadi ujian pertama bagi pelaku industri sepeda motor.
“Kami memahami kebutuhan kenaikan pendapatan setiap pemerintah daerah. Kalaupun ada kenaikan opsen, kami berharap dapat diberikan juga insentif dengan tidak menaikkan pajak kendaraan sehingga dampaknya tidak berpengaruh ke permintaan konsumen,” ujar Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala.
Selain faktor domestik, AISI juga menyoroti efek berganda dari kondisi geopolitik global yang berpotensi memengaruhi perekonomian nasional dan pasar sepeda motor. Menurut Sigit, pertumbuhan ekonomi, pergerakan harga komoditas, hingga kondisi cuaca akan turut mempengaruhi stabilitas daya beli masyarakat sepanjang tahun berjalan.
Di sisi lain, dukungan dari lembaga pembiayaan dinilai masih menjadi faktor penting dalam menjaga kinerja pasar. Ketersediaan pembiayaan yang kuat dan kompetitif diyakini mampu mendorong realisasi penjualan sepeda motor di dalam negeri, terutama di tengah tantangan ekonomi yang ada.
“Dengan mempertimbangkan berbagai kondisi dan tantangan yang potensial terjadi di tahun ini, kami memproyeksikan pasar sepeda motor domestik akan relatif stabil tahun ini di angka 6,4 juta hingga 6,7 juta unit,” pungkas Sigit.
