Hyundai Gandeng Robot Humanoid Atlas Produksi Mobil di AS
Humanoid Boston Dynamics Atlas.
GEORGIA, AVOLTA – Hyundai bersiap membawa teknologi robotika ke level berikutnya dengan rencana menghadirkan robot humanoid Atlas ke fasilitas produksinya di Georgia, Amerika Serikat (AS).
Langkah ini ditargetkan mulai terealisasi pada 2028, sekaligus menandai perubahan besar dalam cara pabrikan otomotif menjalankan proses manufaktur. Demikian dikutip dari Carscoops, Jumat (9/1/2026).
Keputusan Hyundai ini menarik perhatian karena muncul di tengah upaya AS untuk menghidupkan kembali industri manufaktur domestik. Alih-alih sepenuhnya mengandalkan tenaga kerja manusia, pabrik masa depan justru akan diisi oleh kombinasi pekerja manusia dan tenaga kerja mekanis yang dapat diprogram, bekerja konsisten.
Robot humanoid Atlas sendiri dikembangkan oleh Boston Dynamics, perusahaan robotika yang diakuisisi Hyundai pada 2021. Berbeda dari versi demonstrasi sebelumnya, Atlas generasi terbaru dirancang khusus untuk lingkungan industri.
Robot ini dibekali tangan berukuran menyerupai manusia dengan sensor sentuhan, sendi yang mampu bergerak secara penuh, serta kemampuan mengangkat beban hingga 50 kilogram.

Meski begitu, peran Atlas di pabrik Hyundai tidak serta-merta langsung terlibat dalam proses perakitan kendaraan secara menyeluruh. Pada tahap awal, robot ini akan menangani pekerjaan dasar seperti penataan dan pemindahan komponen, yakni memastikan bagian-bagian kendaraan tersusun rapi dan siap dipasang di lini produksi.
Hyundai menilai tugas-tugas tersebut ideal untuk diotomatisasi karena bersifat repetitif dan membutuhkan ketahanan fisik.
Hyundai memproyeksikan bahwa kemampuan Atlas akan terus berkembang. Menjelang 2030, robot-robot ini diharapkan sudah mampu mengambil alih pekerjaan perakitan yang lebih kompleks, tentunya setelah melalui pengujian ketat terkait keselamatan dan keandalan operasional.
Menariknya, Hyundai menegaskan bahwa kehadiran Atlas bukan dimaksudkan sebagai pengganti tenaga kerja manusia sepenuhnya.
Perusahaan memosisikan penggunaan robot sebagai bentuk kolaborasi, di mana robot bertugas menangani pekerjaan yang membosankan, kotor, dan berisiko, sementara manusia tetap berperan dalam pengawasan, pelatihan sistem, serta pekerjaan yang membutuhkan pengambilan keputusan tingkat tinggi.
