Cina dan Uni Eropa Sepakati Harga Minimum Ekspor EV

Ekspor mobil jadi salah satu komoditi Cina. (Chinadaily)

BEIJING, AVOLTA – Cina dan Uni Eropa (UE) telah mencapai titik temu penting dalam sengketa dagang terkait ekspor mobil listrik (electric vehicle/EV) buatan Tiongkok ke benua biru.

Kedua pihak sepakat untuk menyusun mekanisme price undertakings atau komitmen harga minimum yang menjadi kerangka baru bagi produsen mobil listrik Cina ketika memasuki pasar UE. Demikian dikutip CarnewsChina, Rabu (14/1/2026).

Kebijakan ini muncul di tengah ketegangan yang sudah berlangsung sejak UE memberlakukan tarif anti‑subsidi terhadap kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) asal Cina pada Oktober 2024.

Aturan tersebut dikenakan setelah temuan bahwa industri EV Cina mendapatkan dukungan negara yang dinilai memberikan keuntungan tidak adil bagi produsen, sehingga berpotensi merugikan industri otomotif Eropa.

Dalam kesepakatan terbaru, UE akan menerbitkan dokumen panduan yang menjelaskan bagaimana produsen EV Cina dapat mengajukan komitmen untuk menjual kendaraan dengan harga di atas titik tertentu yang disepakati.

Setiap penawaran ini nantinya akan dinilai secara objektif berdasarkan kriteria hukum yang sama, sesuai prinsip non‑diskriminasi dan aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Pendekatan ini memungkinkan produsen Cina menunjukkan bahwa harga minimum yang diajukan cukup untuk menghilangkan dampak negatif dari subsidi, tanpa harus terus menerus menghadapi tarif tinggi.

Meski belum jelas apakah tarif anti‑subsidi yang berlaku saat ini akan dicabut sepenuhnya, langkah ini dipandang sebagai alternatif yang lebih pragmatis dan sesuai aturan perdagangan internasional.

Pemerintah Cina menyambut kesepakatan ini sebagai langkah positif dalam menyelesaikan sengketa secara damai melalui dialog dan konsultasi erat, sesuai semangat hubungan perdagangan bilateral.

Bahkan kesepakatan ini juga dianggap dapat membantu menjaga stabilitas rantai pasok otomotif di kedua wilayah, yang sangat saling terhubung.

CATEGORIES
TAGS