BYD Bangun Tim 5.000 Tenaga Ahli untuk ADAS God’s Eye

SHENZHEN, AVOLTA – BYD semakin serius mempersiapkan masa depan mobil pintar. Pabrikan mobil listrik asal Shenzhen, Cina itu kini telah membentuk tim khusus yang terdiri dari lebih dari 5.000 tenaga ahli yang fokus pada pengembangan teknologi bantuan mengemudi canggih atau Advanced Driver Assistance Systems (ADAS).
Langkah ini sejalan dengan komitmen investasi besar senilai lebih dari 100 miliar yuan, atau sekitar 14,3 miliar USD (± Rp230 triliun) untuk teknologi mengemudi cerdas di masa depan. Demikian mengutip CarNewsChina, Rabu (7/1/2026).
Tim ini tidak hanya bertugas mengembangkan ADAS standar terbaru, tetapi juga mendukung awal evolusi kendaraan menuju kemampuan otonom tingkat tinggi (Level 3–4).
Teknologi yang sedang digarap mencakup peningkatan sistem sensor, radar, dan perangkat lunak yang memungkinkan mobil untuk membaca lingkungan dengan lebih akurat dan mengambil keputusan secara real-time.
Salah satu hasil nyata dari upaya ini adalah sistem pintar BYD yang dikenal sebagai “God’s Eye”, yang sampai akhir 2025 telah terpasang di lebih dari 2,5 juta kendaraan di Tiongkok.
Sistem ini juga menghasilkan lebih dari 150 juta kilometer data mengemudi setiap harinya, yang kemudian dimanfaatkan untuk melatih dan menyempurnakan algoritma ADAS secara terus-menerus.
Lebih jauh, pendekatan BYD terhadap pengembangan teknologi ADAS menggabungkan kecerdasan buatan (AI agent + world model) untuk mempersiapkan sistem dalam menghadapi berbagai situasi yang jarang terjadi di dunia nyata, tetapi penting untuk keselamatan.
Dengan metode ini, sistem ADAS dilatih menggunakan skenario simulasi virtual untuk meningkatkan keandalan sistem saat menghadapi kondisi ekstrem atau langka.
Menurut BYD, kombinasi sistem bantuan mengemudi dan intelligent cockpit merupakan inti dari konsep mobil pintar masa depan. Perusahaan melihat mobil tidak lagi sekadar alat transportasi, tetapi akan berkembang menjadi “entitas cerdas” yang terintegrasi dalam ekosistem Internet of Things (IoT).
Fitur seperti integrasi dengan drone dan kontrol rumah pintar disebut akan menjadi bagian dari pengalaman connected car yang lebih menyeluruh.
