Upaya Denza Menepis Stigma Kualitas Mobil Premium Cina

JAKARTA, AVOLTA – Segmen mobil mewah kini terus berkembang, dan Denza percaya diri konsumen di segmen kendaraan premium ini tak lagi jijik terhadap produk buatan Tiongkok.
Hal tersebut, juga terlihat dari langkah besar Denza, yang telah masuk ke Australia, di mana merek mewah BYD ini ditempatkan sebagi ujung tombak dan target tembus lima besar pasar mobil mewah.
Mark Harland, Chief Operating Officer Denza Australia mengatakan, sikap terhadap produk otomotif Tiongkok telah berubah drastis.
“Semakin banyak pembeli mobil di Australia yang menyadari bahwa teknologi terbaik dunia kini datang dari China. Banyak merek high-end memproduksi komponen di sana, jadi tingkat penerimaan terhadap merek China makin besar. Kekhawatiran tetap ada, tetapi biasanya hilang setelah orang mencoba mengemudikannya,” ujarnya, seperti dikutip dari Car Expert.
Perubahan persepsi ini rupanya dibantu oleh pengalaman langsung, dengan melakukan test drive dan pengenalan fitur-fitur modern, sehingga ketidakpastian konsumen mulai memudar. Di sisi lain, harga produk Cina seperti Denza terasa lebih kompetitif dibanding merek Eropa, Amerika, atau Jepang yang dulu mendominasi segmen mewah.
Di Australia misalnya, model seperti Denza B5 dan B8 dijual di kisaran di bawah AUD 100.000, harga yang lebih terjangkau jika dibandingkan dengan SUV mewah tradisional seperti Toyota Prado, Lexus GX, Toyota LandCruiser, atau Lexus LX. Strategi harga ini dirancang untuk menarik pembeli yang ingin meraih kemewahan dengan nilai lebih baik.
Untuk memperkuat citra merek premium, Denza bahkan merencanakan ruang pamer terpisah dari BYD di banyak wilayah, bukan hanya salon biasa, melainkan dealer eksklusif khusus Denza.
