Teknologi Baru: Pemadam Api Internal Mobil Listrik

CEO Stellantis Carlos Tavares di pabrik mobil salah satu anggota kongsi Stellantis – dok.Detroit Free Press

HOOFDDORP, AVOLTA – Kebakaran mobil listrik masih menjadi permasalahan, karena reaksi berantai yang terjadi saat baterai lithium-ion terbakar, bisa membuat api sulit dipadamkan, bahkan oleh petugas profesional sekalipun.

Tak heran kekhawatiran soal keselamatan baterai EV terus menjadi topik hangat di industri otomotif.

Melansir Autoblog, Kamis (18/12/2025) di tengah keresahan itu, Stellantis, perusahaan induk sejumlah produsen otomotif hadir dengan inovasi yang berpotensi mengubah standar keselamatan EV.

Perusahaan itu mengantongi paten sistem penekan api bawaan (on-board fire suppressant) yang dirancang khusus untuk mengatasi bahaya thermal runaway. Hal ini bukan sekadar semprotan pemadam biasa, melainkan teknologi canggih yang mengintegrasikan sensor, aktuator, hingga jalur distribusi bahan kimia penghambat api.

Sistem Stellantis justru menawarkan solusi yang elegan, yaitu memadamkan api langsung di sumbernya, sebelum berkembang menjadi bencana besar.

Cara kerjanya cukup pintar, di mana sistem ini memantau suhu baterai secara terus-menerus. Apabila suhu melewati ambang batas yang ditentukan, bilah mekanis akan menusuk kantong berisi bahan kimia berbusa, lalu menyebarkannya melalui jalur pendingin khusus untuk mengendalikan api.

Dengan begitu, risiko thermal runaway bisa ditekan sebelum api lepas kendali. Tentu, menghadirkan teknologi ini dalam produksi massal tidak tanpa tantangan. Bobot tambahan dan ruang untuk sistem ini menjadi pertimbangan penting.

Meski begitu, jika berhasil diimplementasikan dengan efisien, sistem penekan api on-board Stellantis bisa menjadi lompatan besar dalam keselamatan EV.

CATEGORIES
TAGS