Nissan-Honda Kembali Duduk Satu Meja: Bahas Kerjasama

Ilustrasi merger Honda dan Nissan. (carexpert)
TOKYO, AVOLTA – Akhir 2025 menjadi momentum penting bagi industri otomotif Jepang, setelah Nissan dan Honda kembali duduk satu meja untuk menjajaki potensi kerjasama strategis.
Kedua pabrikan ini sebelumnya sempat gagal mencapai kesepakatan merger maupun kemitraan modal di awal tahun, namun situasi pasar yang semakin menantang membuat keduanya kembali membuka pembicaraan baru.
Mengutip Nikkei Asia, Jumat (5/12/2025) CEO Nissan Ivan Espinosa mengatakan, pihaknya tengah membahas proyek pengembangan kendaraan bersama dengan Honda yang difokuskan untuk pasar Amerika Serikat (AS).
Proyek tersebut masih berada pada tahap awal, namun memiliki potensi mencakup pengembangan platform kendaraan bersama, termasuk kolaborasi dalam sistem powertrain.
Keputusan untuk fokus pada AS bukan tanpa alasan. Negeri Paman Sam merupakan pasar terbesar bagi Honda dan Nissan. Namun saat ini, Nissan sedang menghadapi penurunan penjualan signifikan, terutama karena ketertinggalan dalam menghadirkan model hibrida.
Tentunya, kerjasama dengan Nissan dapat membantu meningkatkan utilisasi pabrik sekaligus mengurangi potensi kerugian operasional.
Salah satu opsi yang muncul dalam pembahasan, yakni kemungkinan produksi truk pikap Nissan di fasilitas milik Honda, memberikan keuntungan bagi kedua pihak melalui efisiensi biaya produksi.
Situasi yang dihadapi kedua perusahaan kini membuat potensi aliansi menjadi semakin relevan. Nissan membutuhkan dorongan teknologi hybrid, sementara Honda membutuhkan peningkatan utilisasi pabrik.
Nantinya jika tercapai, kolaborasi ini bisa menjadi langkah strategis yang mengubah peta persaingan dua merek raksasa asal Jepang tersebut di pasar global.
