Jauh dari Harapan, Tesla Baru Laku 100 Unit di India

JAKARTA, AVOLTA – Tesla resmi masuk ke pasar India pada Juli 2025. Namun, setelah empat bulan berjalan, jenama asal Amerika Serikat ini mendapatkan laporan yang menunjukan hasil yang jauh dari harapan.

Disitat dari Electrec, menurut data Dealer, Tesla baru berhasil menjual 100 unit sejak peluncuran pertamannya, dan angka tersebut tergolong sangat kecil jika dibandingkan dengan potensi pasar di Negeri Bollywood yang memiliki penduduk hampir 1,5 miliar jiwa.

Perlambatan penjualan ini disebabkan banyak faktor, salah satunya harga. Contohnya, Tesla Model Y yang dijual sekitar US$ 67 ribu atau mencapai kurang lebih Rp 1,07 miliar, angka yang sulit dijangkau oleh mayoritas konsumen di Indonesia.

Selain itu, infrastruktur pengisian daya di India juga masih sangat terbatas. Hingga saat ini, Tesla baru memiliki satu supercharger, dan dua lokasi lainnya yang masih direncanakan di kawasan Gurugram.

Sementara itu, tidak kalah pentingnya, penetrasi mobil listrik penumpang di India masih kecil. Dari total sekitar 2 juta unit kendaraan listrik yang dijual, mayoritas adalah skuter listrik. Sedangkan mobil listrik penumpang, hanya sekitar 160 ribu unit atau sekitar 3 persen dari seluruh penjualan mobil penumpang.

Dari sebagian besar pasar kendaraan listrik ini, juga dikuasai oleh merek lokal seperti Mahindra dan Tata, serta merek asal Tiongkok.

Belum lagi, Tesla menghadapi tantangan internal, seperti kabar soal mundurnya kepala operasional India tepat sebelum peluncuran, serta sejumlah eksekutif yang meninggalkan perusahaan dalam beberapa bulan terakhir. Kejadian-kejadian ini menambah beban dalam upaya Tesla, untuk mendapatkan pijakan kuat di pasar yang penuh tantangan.

Meskipun begitu, sejumlah analis tetap melihat potensi jangka panjang. Terlebih dengan perubahan regulasi, seperti pencabutan bea impor kendaraan listrik telah membuka peluang bagi merek asing.

CATEGORIES
TAGS