Hasil Studi: Euforia AI Otomotif Hanya Sementara

Automotive engineer uses digital tablet with Augmented Reality for Car Design. Futuristic industrial revolution. Generative AI.
SHANGHAI, AVOLTA – Gelombang investasi AI sedang menyapu industri otomotif, di mana semua berlomba menerapkan teknologi otonom, hingga robotika pintar.
Namun, sebuah laporan terbaru dari Firma riset teknologi Gartner memberi peringatan keras, sebagian besar pabrikan justru terancam gagal bertahan dalam perlombaan kecerdasan buatan ini.
Mengutip Reuters, Rabu (10/12/2025), nantinya hanya 5% produsen otomotif yang mampu mempertahankan pertumbuhan investasi AI hingga 2029. Angka ini merosot drastis dari kondisi saat ini, di mana lebih dari 95% pabrikan tengah menggelontorkan dana besar untuk teknologi tersebut.
Gartner menilai bahwa perlombaan AI justru berpotensi memperlebar ketimpangan antara pabrikan yang siap bertransformasi dan mereka yang masih belum mampu menata pondasi internalnya.
Menurut Gartner, hanya perusahaan yang memiliki tiga pilar fundamental yang dinilai mampu bertahan dalam persaingan teknologi berbasis AI. Pilar pertama, yaitu fondasi perangkat lunak yang kuat sebagai basis pengembangan fitur cerdas dan otonom.
Kedua, perusahaan harus memiliki kepemimpinan yang tech-savvy, yakni manajemen yang memahami teknologi dan mampu mendorong transformasi digital secara agresif.
Pilar ketiga, komitmen jangka panjang terhadap strategi AI, yang menuntut konsistensi investasi dan keberanian melakukan perubahan struktural agar teknologi tersebut benar-benar dapat terimplementasi secara berkelanjutan.
