Menko Airlangga Sebut Tak Ada Insentif Otomotif Tahun Depan

Kijang Innova BEV Concept Study Car langsung disambangi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto pada pembukaan IIMS Hybrid 2022. (TAM)
JAKARTA, AVOLTA – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memastikan tidak ada insentif untuk industri otomotif pada tahun depan. Pernyataan tersebut, seakan mematahkan rencana yang tengah dipersiapkan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin), terkait paket kebijakan fiskal 2026 untuk sektor kendaraan roda empat.
“Insentif tahun depan tidak ada karena industrinya sudah cukup kuat, apalagi sudah ada pameran ini (GJAW),” ujar Menko Airlangga, kepada wartawan di ICE, BSD, Tangerang, Rabu (26/11/2025).
Sementara itu, terkait dengan usulan insentif yang tengah dipersiapkan Kemenperin, Airlangga tak menjawab secara terpoerinci. “Ya, sedang dikaji tapi belum ada (keputusan),” tegas Airlangga.
Sebelumnya, Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, rencana insentif untuk industri otomotif memang menjadi respons terkait tekanan daya beli di pasar domestik, dan dinamika pasar global. Selain itu, hal tersebut juga untuk mempercepat pemulihan dan penguatan industri otomotif nasional.
“Kami di Kemenperin melihat sektor otomotif terlalu penting untuk diabaikan. Multiplier effect yang tinggi, baik keterkaitan ke depan dan belakang (backward dan forward linkage) subsektor terhadap sektor lain dalam ekonomi nasional, dan di dalamnya ada penyerapan tenaga kerja yang tinggi pula maka kita mengambil keputusan mengusulkan insentif bagi sektor ini. Hampir mirip dengan insentif otomotif pada saat Covid 19 dulu,” papar Agus Gumiwang.
Selain itu, Kemenperin saat ini juga tengah menyusun desain skema insentif dan stimulus yang paling tepat sasaran, baik untuk mendorong permintaan (demand side) maupun menjaga utilisasi produksi dan melindungi investasi industri (supply side). Usulan tersebut akan dibahas bersama dan diajukan secara resmi melalui Menko Perekonomian.
