TMMIN Raih Penghargaan Bergengsi Berkat Ekspor Otomotif

JAKARTA, AVOLTA – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) kembali menorehkan prestasi di kancah nasional, dengan meraih Primaniyarta Lifetime Achievement Award dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (RI). Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi Toyota dalam mendorong ekspor kendaraan dan komponen otomotif selama lebih dari tiga dekade.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang, pada Rabu (15/10/2025). Tahun ini menjadi kali ke-12 bagi TMMIN meraih penghargaan Primaniyarta sejak pertama kali ikut serta dalam ajang TEI pada 2008.
Presiden Direktur PT TMMIN Nandi Julyanto mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan pemerintah.
“Kami mengucapkan terima kasih atas Penghargaan Primaniyarta Lifetime Achievement Award yang diberikan oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia,” jelas Nandi, dalam keterangan resmi, Kamis (15/10/2025).
“Terima kasih kepada masyarakat Indonesia, konsumen dan pelanggan, jaringan penjualan, serta para pemangku kepentingan yang telah mendukung perkembangan industri otomotif dalam negeri sehingga dapat menjadi salah satu tulang punggung pertumbuhan ekonomi dan kontributor positif bagi neraca perdagangan melalui kegiatan ekspor,” sambung Nandi.

Sejak 1987, Toyota telah berperan besar dalam memperkuat ekspor otomotif Indonesia, dimulai dari pengiriman perdana Kijang generasi ketiga ke Brunei Darussalam. Kini, TMMIN telah mengekspor lebih dari 3 juta unit kendaraan ke lebih dari 100 negara, termasuk model elektrifikasi seperti Kijang Innova Hybrid Electrified Vehicle (HEV) dan Yaris Cross HEV.
Pencapaian ini menandai perjalanan panjang industri otomotif nasional dari sekadar importir di era 1970-an menjadi basis produksi dan ekspor kendaraan berteknologi tinggi.
Wakil Presiden Direktur PT TMMIN Bob Azam juga menegaskan, industri otomotif nasional telah mencapai kematangan setelah melalui tujuh tahap perkembangan sejak 1970-an.
“Saat ini, Indonesia tidak hanya menjadi basis produksi kendaraan berbasis mesin ICE, namun juga kendaraan elektrifikasi untuk pasar domestik maupun ekspor. Transformasi ini menunjukkan bahwa proses produksi otomotif nasional telah mencapai level lebih tinggi, sebagai industri yang mampu menjalankan seluruh tahapan produksi, hingga menjadi produk akhir berdaya saing di pasar global,” pungkasnya.
