Tesla Acuhkan Proyek Mobil Listrik Murah

Ilustrasi rendering Tesla Model 2 bakal jadi mobil listrik termurah. (autodaily.com)

JAKARTA, AVOLTA – Produsen mobil listrik asal Amerika Serikat, Tesla, kembali menegaskan bahwa rencana produk mobil listrik murah senilai sekitar US$ 25.000 atau setar Rp 400 jutaan yang sempat ditunggu-tunggu, kini tidak lagi menjadi prioritas perusahaan.

Menurut laporan dari Reuters, Tesla telah membatalkan proyek pengembangan mobil murah, yang secara internal disebut kode H422 atau NV91 pada Februari 2024. Selain itu, jenama asal Amerika Serikat ini, juga memberikan perintah untuk pemasok menghentikan semua aktivitas terkait.

Meski demikian, publik sempat mendapatkan sinyal berbeda ketika CEO Tesla, Elon Musk secara terbuka menyatakan ‘Reuters telah berbohong’ di platform X tak lama setelah berita pembatalan dipublikasikan.

Dalam panggilan konferensi kuartal Oktober 2024, Musk juga menegaskan bahwa membangun model murah untuk pengemudi biasa akan sia-sia, kecuali kendaraan tersebut bersifat autonomous penuh.

Dengan kata lain, strategi perusahaan kini bergeser dari memproduksi mobil listrik murah ke arah mengembangkan robotaksi (mobil otonom tanpa pengemudi manusia).

Keputusan ini datang di tengah tekanan kompetitif yang besar dari produsen mobil listrik asal Tiongkok seperti BYD, yang berhasil menawarkan model bertenaga baterai dalam kisaran harga jauh lebih rendah , seperti model hatchback Seagull yang dijual di bawah US$ 10.000 di pasar China.

Hal ini membuat Tesla kehilangan keunggulan di segmen mobil listrik murah global, sementara pangsa pasarnya mulai menurun.

 

CATEGORIES
TAGS