Hasil Studi: Baterai Mobil Listrik Bekas Masih Tangguh

STOCKHOLM, AVOLTA – Selama ini kekhawatiran soal umur baterai kerap menjadi pertimbangan utama calon pembeli mobil listrik bekas. Namun, hasil studi terbaru justru memberikan kabar baik.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan perusahaan broker mobil bekas asal Swedia, Kvdbil, dikutip TechRadar, Jumat (31/10/2025), sebagian besar mobil listrik (EV) bekas pakai masih memiliki kapasitas baterai lebih dari 90% dari kondisi aslinya.

Penelitian ini menganalisis 1.366 unit mobil bekas, terdiri dari 723 mobil listrik murni (BEV) dan 643 mobil plug-in hybrid (PHEV). Hasilnya, delapan dari sepuluh kendaraan menunjukkan “State of Health” (SoH) baterai di atas 90%.

Manajer Pengujian Kvdbil, Martin Reinholdsson, mengatakan, kesehatan baterai bergantung pada kebiasaan penggunaan sebelumnya.

“Kondisi ini sebenarnya tidak terlalu berhubungan dengan merek atau jenis mobil tertentu. Ini lebih tentang keausan,” ujar Reinholdsson.

Faktor usia mobil, iklim, cara mengemudi, dan kebiasaan mengisi daya merupakan penentu utama yang mempengaruhi kondisi baterai.

Temuan itu didukung penelitian lain oleh perusahaan asal Inggris Arval bahwa baterai EV terdegradasi jauh lebih lambat dari yang dikhawatirkan sebelumnya.

Studi perusahaan tersebut menganalisis 8.300 sertifikat kesehatan baterai, dan menemukan rata-rata kesehatan baterai di angka 93 persen. Bahkan setelah dikendarai sejauh 124.000 mil (sekitar 200.000 kilometer), rata-rata kapasitas baterai masih mendekati 90%.

Maka dari itu, calon pemilik mobil listrik tetap disarankan untuk menerapkan kebiasaan pengisian daya yang bijak demi menjaga umur baterai kendaraan.

Penggunaan stasiun pengisian daya super cepat sebaiknya tidak dilakukan terlalu sering karena dapat mempercepat degradasi sel baterai akibat suhu tinggi saat pengisian.

CATEGORIES
TAGS