Data Emisi PHEV Melejit: 4,9 Kali Lebih Kotor dari Klaim Pabrikan

Great Wall Motor pilih Thailand untuk bangun pabrik baterai EV (Reuters)
JAKARTA, AVOLTA – Mobil berteknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) yang selama ini dipromosikan sebagai kendaraan ramah lingkungan, ternyata menghasilkan emisi karbon hampir lima kali lebih tinggi dari klaim pabrikan.
Hasil ini terungkap dari laporan terbaru organisasi non-profit asal Eropa, yaitu Transport and Environment (T&E). Demikian dikutip dari theguardian.com, Selasa (21/10/2025).
Dalam laporan yang dirilis T&E, menganalisis data dari 800.000 mobil PHEV yang terdaftar di Eropa antara tahun 2021 hingga 2023. Hasilnya, emisi CO2 nyata dari mobil PHEV pada 2023 tercatat 4,9 kali lebih tinggi dibanding hasil uji laboratorium resmi.
Sebagai contoh pada 2021 angka ini masih 3,5 kali lipat, artinya terjadi peningkatan kesenjangan antara data uji dan kenyataan di lapangan.
“Emisi di dunia meningkat, sementara angka resmi justru turun. Ini merupakan masalah serius. Akibatnya, PHEV mencemari hampir setara dengan mobil bensin,” ujar Sofía Navas Gohlke, peneliti di Transport and Environment.
Salah satu penyebab utama kesenjangan ini, yakni perkiraan yang terlalu optimistis terhadap faktor utilitas, rasio jarak tempuh menggunakan motor listrik dibanding total perjalanan.
Dalam estimasi resmi, sekitar 84% perjalanan diasumsikan dilakukan dalam mode listrik. Namun, data nyata menunjukkan hanya 27% yang benar-benar dilakukan dalam mode tersebut.
