Skema Insentif Motor Listrik: Begini Kata Penguasa Pasar

Motor listrik Honda Em1 e: sudah ada tambahan bracket untuk boks. (Honda)
TANGERANG, AVOLTA – Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza saat pembukaan Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2025, mengatakan bahwa pemberian insentif sepeda motor listrik seharusnya masih bisa terbit tahun ini, dan skema yang dipakai sama seperti tahun lalu, yakni Rp 7 juta per unit.
Kebijakan ini ditunggu oleh para produsen khususnya yang menjual sepeda motor listrik, agar bisa meningkatkan dan mendorong masyarakat beralih menggunakan kendaraan ramah lingkungan.
Menanggapi hal itu, Octavianus Dwi Putro, Direktur Marketing Astra Honda Motor (AHM) menjelaskan, pada dasarnya perusahaan selalu mendukung kebijakan pemerintah dan juga konsumen.
“Tentunya kita akan mendukung, tetapi begini, kalau itu yang terbaik bagi konsumen pasti kami akan support. Kita akan ikut saja yang terbaik bagi konsumen, terbaik bagi para pemain dan itu fair, ok lah,” ujar Octavianus, di Tangerang, Rabu (24/9/2025).
Sekadar informasi, sebelumnya pemerintah sudah memberikan insentif pembelian motor listrik senilai Rp7 juta per unit pada 2024 dengan kuota hanya untuk 60.000 unit.
Program subsidi itu berakhir pada akhir tahun fiskal 2024. Sejak awal 2025, para produsen motor listrik telah menyuarakan permintaan agar kebijakan ini segera dilanjutkan. Tanpa insentif, harga motor listrik menjadi kurang kompetitif.
