Hyundai Suntik Rp 44 Triliun Genjot Produksi di AS

JAKARTA, AVOLTA – Hyundai Motor tengah menyiapkan langkah strategis besar di pasar Amerika Serikat (AS). Hal tersebut, sebagai langkah untuk mengurangi beban dari tarif impor yang makin ketat, dan produsen asal Korea Selatan ini berencana memproduksi lebih dari 80% kendaraan yang dijual di Negeri Paman Sam secara lokal pada 2030.

Disitat dari Asia Nikkei, salah satu kunci rencana tersebut, adalah ekspansi fasilitas Hyundai di Georgia. Pabrik tersebut, ditargetkan untuk bisa ditingkatkan kapasitasnya hingga 500 ribu unit per tahun pada 2028, dan mencakup model hibrida dan listrik murni alias BEV.

Sejatinya, Hyundai juga telah mengumumkan rencana investasi senilai US$ 2,7 miliar atau setara Rp 44 triliun untuk memperluas kompleks Ellabell di Georgia, agar mampu menambah produksi 200 ribu unit dalam beberapa tahun ke depan.

Sementara itu, perubahan kebijakan tarif AS, menyebabkan Hyundai harus menurunkan target margin laba operasional 2025 dari sebelumnya 7–8% menjadi sekitar 6–7%, sebagai dampak dari beban biaya tambahan.

Namun, pihak Hyundai sendiri optimistis margin tersebut akan pulih menjadi 7–8% pada 2027, dan kembali naik ke kisaran 8–9% pada 2030.

Sedangkan di sisi produk, Di sisi produk, Hyundai tidak hanya fokus dengan model BEV, tapi juga akan memperluas ke lini hibrida secara signifikan. Selain itu, perusahaan Negeri Ginseng ini juga akan memperkenalkan model listrik dengan jarak tempuh panjang (extended-range EV) pada 2027. Ada juga rencana untuk memperkenalkan mid-size pikap truk khusus untuk pasar Amerika Utara sebelum 2030.

CATEGORIES
TAGS