ESDM: 60% SPBU di Cina Tutup akibat Maraknya Kendaraan Listrik

JAKARTA, AVOLTA – Cina merupakan negara dengan populasi new energy vehicle (NEV) 31,4 juta unit, yang didominasi battery electric vehicle (BEV) mencapai 22,09 juta unit sampai Desember 2024.

Kondisi itu, menurut Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) penggunaan kendaraan listrik di Tiongkok sudah lebih dari 50 % kepemilikan baru. Efek negatifnya, klaim ESDM, kemungkinan lebih dari 60 % SPBU  yang ada di negara itu sudah tutup.

“Jadi kalau kita lihat dari SPBU yang ada di Cina, tutupnya sudah lebih dari 60 %. Dari ini kondisi yang ada. Jadi kan kita melihat ini karena ada perubahan penggunaan energi juga, ya ini mungkin itu dampaknya adalah terhadap ini kilang-kilang secara global,” kata Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung di Jakarta belum lama ini.

Menurut Yuliot, adopsi kendaraan listrik yang semakin banyak dinilai bisa menyebabkan bisnis kilang perusahaan minyak dunia terdampak.

Apalagi, dunia saat ini juga mengarah pada penggunaan energi bersih, dari berbagai sektor industri termasuk otomotif.

“Jadi untuk kilang global, ya mungkin itu karena ada transisi energi. Jadi kan seperti di China, itu kan mereka populasi kendaraan listrik, itu ya termasuk kendaraan pribadi, angkutan umum, sampai dengan angkutan berat, juga shipping, itu kan mereka sudah menggunakan baterai,” tutur Yuliot.

CATEGORIES
TAGS