Penjualan BYD Salip Tesla di Eropa

JAKARTA, AVOLTA – Pada Juli 2025, penjualan mobil listrik di Eropa kembali mencatatkan rekor, naik sekitar 5,9% menjadi 1,09 juta unit. Pencapaian tersebut, menjadikan penjualan bulanan terbesar dalam setahun lebih terakhir.

Disitat dari Arena EV, pencapaian ini bukan karena kembalinya dominasi mobil bensin, melainkan lonjakan permintaan terhadap kendaraan listrik secara besar-besaran.

Sejarah baru tercipta, untuk pertama kalinya, pabrikan Tiongkok BYD berhasil menjual lebih banyak EV di Eropa dibanding rivalnya, Tesla. Menurut data dari ACEA, penjualan BYD naik drastis sebesar 225,3%, sementara pangsa pasar Tesla menyusut dari 1,4% menjadi hanya 0,8%.

Keberhasilan ini bukan kejutan semata. Kendaraan listrik, baik BEV, plug-in hybrid (PHEV), maupun hybrid, menguasai 59,8% dari seluruh pendaftaran kendaraan baru di Uni Eropa. Bandingkan dengan tahun sebelumnya yang masih di angka 51,1%.

Jerman menjadi lokomotif utama pertumbuhan ini. Insentif baru yang diluncurkan pada Juni 2025, langsung mengerek penjualan BEV sebesar 58%, dan PHEV tumbuh 83,6% hanya dalam sebulan.

Selain itu, pasar di Spanyol, Polandia, dan Austria juga merasakan lonjakan signifikan, masing-masing sebesar 17,1%, 16,5%, dan 31,6%. Sebaliknya, beberapa negara besar seperti Inggris, Prancis, dan Italia malah mencatat penurunan dalam total penjualan mobil.

Meski dikenal sebagai pionir EV global, Tesla kini menghadapi tekanan berat di Eropa. Penjualan mereka jatuh 40,2% secara tahunan, di tengah tujuh bulan beruntun penjualan yang terus menurun.

CATEGORIES
TAGS