Cuan Honda Kuartal II Anjlok kena Tarif Trump

Ilustrasi logo Honda (Reuters)
TOKYO, AVOLTA – Efek tarif impor yang diberlakukan di Amerika Serikat (AS) oleh Presiden Donald Trump, berimbas pada laba bersih Honda Motor Corporation (HMC) kuartal II tahun 2025.
Melansir Japan Today, Senin (11/8/2025) keuntungan Honda periode April hingga Juni 2025 hanya mencapai 196,7 miliar yen atau senilai Rp 21,7 triliun, atau anjlok nyaris 50% dibandingkan periode yang sama tahun lalu di 394,7 miliar yen atau setara dengan Rp 43,6 triliun.
Bahkan Honda memproyeksikan laba total hingga Maret 2026 bakal mencapai 420 miliar yen atau senilai Rp 46,4 triliun. Akan tetapi, target yang ditetapkan tersebut 50% lebih rendah dari capaian keuntungan tahun sebelumnya.
Menanggapi kondisi ini Eiji Fujimura, kepala keuangan sekaligus direktur Honda menyimpan harapan kesepakatan antara AS dan Jepang dalam memangkas tarif ekspor menjadi 15 % dari yang direncanakan sebesar 25 % bisa terealisasi.
“Penyesuaian tarif dari 25 persen menjadi 15 persen tersebut akan berdampak baik bagi bisnis, konsumen, pemasok, serta pemegang saham perusahaan,” kata Fujimura.
Meski demikian, Honda masih optimistis karena
memperkirakan akan menjual 3,62 juta kendaraan di seluruh dunia hingga Maret 2026 mendatang.
Alasannya, perusahaan pun mengeklaim, bisnis sepeda motor di Brasil dan Vietnam masih kuat. Selaras dengan penjualan mobil di Amerika Utara yang tetap konsisten, meski ada hambatan tarif ekspor.
