Volkswagen Tutup Pabrik Masif di Cina

JAKARTA, AVOLTA – Volkswagen memutuskan untuk menutup pabrik besarnya di Tiongkok. Fasilitas produksi yang berada di kota Nanjing ini, sudah beroperasi 17 tahun, dan keputusan tersebut guna mempertahankan operasional jenama asal Jerman tersebut di tengah kondisi pasar yang penuh tantangan.
Disitat dari Carscoops, penutupan pabrik ini terjadi setelah adanya kesepakatan dengan serikat pekerja IG Metall Jerman pada tahun lalu, untuk mempertahankan beberapa pabrik domestik.
Fasilitas produksi yang dibangun bersama mitra lokal, yaitu SAIC ini memiliki kapasitas sebanyak 360 ribu unit kendaraan per tahun.
Berita penutupan pabrik Volkswagen ini, pertama kali muncul dari sebuah surat kabar Jerman. Tak lama kemudian, Volkswagen mengonfirmasi, tetapi tidak menyebutkan kapan penutupan akan dilakukan. Menurut Handelsblatt, penutupan akan dilakukan secara bertahap pada paruh terakhir tahun ini.

“Kami dapat mengonfirmasi bahwa Pabrik SVW Nanjing telah mengakhiri produksi,” demikian pernyataan VW kepada Reuters. “Banyak lokasi SAIC Volkswagen saat ini sedang atau telah dikonversi untuk produksi kendaraan listrik,” sambung pihak perusahaan.
Sementara itu, masa depan terkait pabrik Volkswagen ini memang sudah lama menjadi spekulasi. Bahkan, pada September lalu, terungkap bahwa pabrik akan ditutup pada 2025, karena penurunan penjualan kendaraan berbahan bakar bensin di pasar domestik.
Pabrik Volkwagen di Nanjing ini sendiri, digunakan untuk produksi Passat dan beberapa model Skoda.
Selain itu, dari pernyataan yang dirilis Volkswagen, beberapa pabriknya yang bekerja sama dengan SAIC telah diubah untuk mendukung produksi kendaraan listrik. Namun, tidak disebutkan apakah pabrik di Nanjing ini akan menjadi salah satunya.
