Stellantis Stop Pengembangan Hidrogen, Fokus ke EV dan Hybrid

Ilustrasi, produk Stellantis – dok.Autocar
JAKARTA, AVOLTA – Raksasa otomotif global yang menaungi merek Abarth, Alfa Romeo, Maserati, Fiat hingga Jeep, yaitu Stellantis resmi menghentikan pengembangan teknologi sel bahan bakar hidrogen (fuel cell).
Produsen bakal lebih fokus menggarap teknologi elektrifikasi lain seperti kendaraan listrik (electric vehicle/EV, dan hybrid.
Langkah strategis ini diambil setelah perusahaan menilai bahwa pasar hidrogen belum menjanjikan bahkan dalam beberapa tahun ke depan, terutama untuk segmen kendaraan niaga ringan.
Sebagai konsekuensi dari keputusan tersebut, Stellantis juga membatalkan peluncuran lini kendaraan niaga Pro One bertenaga hidrogen yang semula dijadwalkan diproduksi secara massal tahun ini di dua fasilitas utama: Hordain, Prancis (van ukuran menengah) dan Gliwice, Polandia (van ukuran besar).
“Dalam situasi di mana perusahaan tengah berfokus pada pemenuhan regulasi emisi CO₂ yang semakin ketat di Eropa, kami memutuskan untuk menghentikan pengembangan teknologi sel bahan bakar hidrogen,” tutur Jean-Philippe Imparato, Chief Operating Officer Stellantis untuk kawasan Enlarged Europe dalam siaran resmi perusahaan, Sabtu (19/7/2025).
Keputusan Stellantis ini menandai pergeseran strategi yang semakin mengarah pada elektrifikasi, sembari menempatkan hidrogen sebagai opsi yang masih harus menunggu momentum pasar yang lebih matang.
Meski demikian, Stellantis menegaskan tidak akan ada dampak terhadap tenaga kerja di lokasi produksi yang terdampak. Aktivitas penelitian dan pengembangan (R&D) yang sebelumnya difokuskan ke teknologi hidrogen akan dialihkan ke proyek lain.
