Pemerintah Cina Perketat Ekspor Mobil Bekas

Ekspor mobil jadi salah satu komoditi Cina. (Chinadaily)

SHANGHAI, AVOLTA – Belum lama ini Kementerian Perdagangan Cina (MOFCOM) menginformasikan akan memperketat peraturan ekspor kendaraan bekas, sebagai upaya untuk mendukung ekspansi nasional sektor otomotif terutama dalam mengatasi tantangan di pasar mobil bekas.

Mengutip Carnewschina, Senin (7/7/2025),  juru bicara MOFCOM He Yadong, menjelaskan bahwa kementerian akan terus berkolaborasi dengan departemen terkait setelah keputusan yang dikeluarkan pada Februari 2024 bersama dengan empat lembaga lainnya, untuk memperluas operasi ekspor mobil bekas secara nasional.

Menurut dia, perdaganga  kendaraan bekas merupakan praktik internasional standar untuk barang konsumen yang tahan lama, mengingat sektor ini berperan penting di pasar global dan domestik.

Sejauh ini Tiongkok telah mengekspor 275.000 kendaraan bekas pada 2023, dengan total nilai ekspor sekitar 6,88 miliar dolar atau sekitar Rp111,4 triliun. Pada 2024 mengekspor lebih dari 436.000 mobil bekas ke berbagai negara di dunia.

Di bawah kerangka kerja ekspor yang diperluas, kendaraan harus memenuhi standar kualitas nasional: WM/T 8-2022 untuk mobil penumpang bekas dan WM/T 9-2022 untuk kendaraan komersial dan trailer bekas.

Bukan cuma itu, setiap kendaraan memerlukan pemeriksaan oleh lembaga pihak ketiga yang bersertifikat, dan eksportir harus menyerahkan laporan hasil pemeriksaan.

Pengawasan baru ini muncul ketika para regulator dan pemangku kepentingan di Cina mengkaji tantangan transparansi di pasar mobil bekas dalam negeri, terutama meningkatnya jumlah “mobil bekas nol kilometer” atau kendaraan yang terdaftar sebagai mobil bekas, tetapi dengan jarak tempuh yang sedikit.

CATEGORIES
TAGS