Insentif Berakhir, Pesta Mobil Listrik di AS Kelar?

Tesla Model X. (Tesla)
JAKARTA, AVOLTA – Insentif pajak untuk kendaraan listrik di Amerika Serikat (AS) bakal berakhir, pada 30 September 2025. Rencana tersebut, tentu saja menimbulkan polemik, terlebih dari kelompok industri otomotif dan lingkungan di Negeri Paman Sam.
Salah satunya, adalah Electrification Coalition, sebuah kelompok advokasi transisi kendaraan listrik di AS, yang menentang keras RUU versi Senat, terkait penghentian insentif pajak sebesar US$7.500 atau setara Rp 122 juta untuk pembelian dan sewa kendaraan listrik baru, serta insentif US$4.000, setara Rp 65 juta untuk kendaraan bekas.
“Penghentian kredit, yang mendorong sebagian besar investasi manufaktur negara pada titik kritis ini akan secara efektif mengibarkan bendera putih kekalahan, menyerahkan kendali atas masa depan transportasi ke Tiongkok,” ungkap Electrification Coalition, disitat Reuters, Jumat (11/7/2025).
Dengan begitu, kelompok tersebut mendesak DPR AS untuk menolak rencana penghapusan insentif pajak kendaraan listrik ini, yang dinilai bertentangan dengan kepentingan rakyat AS.
Selain itu, Calstart, sebuah lembaga nirlaba berbasis di California, yang mempromosikan transportasi bersih mengatakan bahwa pemungutan suara Senat untuk memangkas kredit pajak transportasi bersih, merugikan lapangan kerja Amerika dan merugikan pekerja serta produsen Amerika.
Sedangkan para pesaing global, terus mempercepat transisi menuju ekonomi transportasi tanpa emisi.
Sementara itu, di sisi yang bersebrangan, Aliansi Produsen Mobil, sebuah kelompok yang mewakili General Motors, Ford, Toyota, dan Volkswagen, dan lainnya, memuji RUU Senat. Mereka memuji revisi klausul insentif produksi baterai, yang mempertahankan manufaktur canggih terkait otomotif di seluruh AS, dan melarang perusahaan Tiongkok untuk turut andil.
